Menuju konten utama

Mari Elka Pangestu: Utang 40 Persen dari PDB Tergolong Rendah

Menurut Mari, kemampuan pemerintah tak hanya dilihat dari rasio utang terhadap PDB, tapi juga rasio layanan utang.

Mari Elka Pangestu: Utang 40 Persen dari PDB Tergolong Rendah
Ketua Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) Mari Elka Pangestu menyampaikan paparan pada Indonesia Energy Transition Dialogue 2025 di Jakarta, Senin (6/10/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyebutkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menembus level 40,46 persen tergolong rendah, jika dibandingkan dengan rasio utang terhadap PDB negara lain.

"Mengenai utang, kalau kita lihat 40 persen dari PDB, sebetulnya relatif rendah ya dibanding dengan banyak negara lain, apa lagi negara maju yang sudah di atas 100 persen," ucapnya di kantor DEN, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Menurut Mari, masyarakat tidak dapat melihat kemampuan manajemen utang pemerintah hanya dengan melihat rasio utang terhadap PDB tersebut. Masyarakat disebut juga harus memerhatikan rasio layanan utang (debt service ratio/DSR).

Mari menyebutkan masyarakat juga harus mengetahui jumlah anggaran yang terserap untuk membayar bunga revenue.

"Semua negara juga berutang. Yang penting utang itu digunakan untuk menghasilkan growth atau tidak sehingga bisa membayar kembali utangnya," tuturnya.

Dia mengakui pentingnya penguatan program fiskal pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sumber selain utang. Peningkatan revenue disebut menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah dan Kementerian Keuangan.

Selain dari sisi penerimaan, Mari juga menekankan perlunya pembenahan dari sisi belanja negara (expenditure side). Belanja pemerintah masih memiliki ruang besar untuk dibuat lebih efisien.

“Bagaimana program fiskal untuk mendapatkan revenue dari sumber lain, bukan hanya dari utang. Maka itu program pemerintah dan program Kementerian Keuangan untuk meningkatkan revenue, apakah dari perluasan tax base ataupun perbaikan dari administrasi pajak, itu semua menjadi penting, itu PR yang penting,” ujar Mari.

“Di luar itu, tentu expenditure side. Tadi kita sudah bahas mengenai belanja pemerintah yang bisa lebih efisien,” lanjut dia.

Baca juga artikel terkait UTANG NEGARA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi