Menuju konten utama

Malaysia Cabut Darurat Kabut Asap di Sarawak Terkait Karhutla

Distrik Serian di negara bagian Sarawak, Malaysia, telah dicabut status darurat kabut asapnya. Wilayah ini terdampak parah dari karhutla Kalimantan.

Malaysia Cabut Darurat Kabut Asap di Sarawak Terkait Karhutla
Kabut asap menyelimuti cakrawala Kuala Lumpur sebagaimana terlihat dari Ampang, di negara bagian Selangor, Malaysia, pada 3 September 2026. Selama berminggu-minggu, Indonesia telah berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan penutupan sekolah serta membuat ribuan orang membutuhkan perawatan medis, sementara asapnya juga terbawa angin hingga ke Malaysia dan Singapura. (Foto oleh Mohd Rasfan / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Malaysia dilaporkan telah mencabut status darurat kabut asap di Sarawak pada Senin (7/9/2026). Sarawak sebelumnya merupakan salah satu wilayah Malaysia yang paling terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia.

Menukil CNA, status darurat kabut asap di Sarawak sebelumnya ditetapkan Pemerintah Malaysia pada Jumat (4/9). Status itu ditetapkan secara terbatas, yakni di wilayah Distrik Serian dengan radius 20 kilometer.

Pada Jumat lalu, Serian menjadi wilayah Sarawak paling terdampak kabut asap karhutla. Indeks polusi udara (API) di sana tercatat mencapai 519, jauh di atas indeks ambang batas bahaya sebesar 300.

Kemudian, indeks polusi tersebut menurun secara signifikan. Indeks di Distrik Serian turun dari 519 pada Jumat menjadi 222 pada Senin.

Keputusan untuk mencabut status darurat kabut asap ini disetujui oleh Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar. Kebijakan diambil setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Sarawak Abang Johari Openg menyarankannya.

Meski pencabutan status darurat merupakan sinyal positif, namun Pemerintah Malaysia menyebut situasi kabut asap belum sepenuhnya pulih. Kualitas udara di beberapa daerah, seperti Distrik Serian dan Samarahan, disebut masih dalam kategori sangat tidak sehat walau tidak sampai darurat.

“Pemerintah Federal dan pemerintah negara bagian Sarawak akan terus memantau situasi dengan cermat, dan warga di daerah yang terdampak disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu mematuhi instruksi dari pihak berwenang,” tulis keterangan resmi Pemerintah Malaysia.

Sarawak Jadi Wilayah Terdampak Karhutla Indonesia Paling Parah

Terletak di Pulau Kalimantan, Sarawak telah menjadi wilayah Malaysia yang paling terdampak kabut asap karhutla di Indonesia sejak Agustus lalu. Kabut asap dilaporkan terus menyelimuti Sarawak selama karhutla di Kalimantan terus meluas.

Menurut Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) kabut asap yang melanda Sarawak belakangan ini merupakan kasus terburuk di sana sejak 2019. Indeks polusi sebesar 519 yang tercatat pada Jumat lalu telah melebihi rekor sebelumnya, yakni 405.

Di tengah situasi tersebut, kehidupan sehari-hari masyarakat Sarawak telah terdampak langsung. Salah satunya aktivitas pendidikan di sekolah-sekolah.

Seiring penetapan status darurat kabut asap di Distrik Serian pada Jumat, otoritas Sarawak mengumumkan larangan aktivitas di sekolah hingga 11 September mendatang. Keputusan ini disebut berdampak pada 647 sekolah yang tersebar di 12 distrik berbeda.

Sektor ekonomi Sarawak juga disebut telah terdampak kabut asap. Hal ini seiring imbauan pengurangan aktivitas luar ruangan yang dirilis otoritas setempat, membuat aktivitas bisnis di sana menjadi terbatas dalam taraf tertentu.

Kesehatan publik juga dilaporkan telah terdampak akibat asap karhutla. Kabut asap lintas batas disebut berkontribusi dalam peningkatan tajam kasus gangguan pernapasan para penduduk di Sarawak. Hal ini telah meningkatkan risiko bagi mereka yang tergolong kelompok rentan, termasuk orang tua, anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan riwayat penyakit kronis.

Dalam laporan CNA, fenomena kabut asap yang kini terjadi juga membangkitkan memori terhadap Pandemi Covid-19. Banyak dari mereka mengaitkan fenomena ini dengan pandemi karena penerapan isolasi mandiri dan terbatasnya aktivitas luar ruangan yang terjadi.

Sementara itu, status darurat kabut asap di Sarawak pada Jumat lalu merupakan yang pertama kali setelah 2013 lalu. Kala itu, Pemerintah Malaysia menerapkan status darurat untuk Distrik Muar dan Ledang di Johor. Hal ini dilakukan setelah indeks polusi saat itu mencapai 750.

Sedangkan, untuk wilayah Sarawak, status darurat sebelumnya pernah diterapkan pada 1997. Saat itu, status ini ditetapkan untuk Distrik Kuching setelah indeks polusi mencapai 650.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar