Mahasiswa Ditangkap Densus 88, BNPT: Radikalisme Papar Semuanya

Reporter: Fatimatuz Zahra - 27 Mei 2022 16:13 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Ditangkapnya mahasiswa Universitas Brawijaya oleh Densus 88 membuat BNPT akan meningkatkan program pencegahan penyebaran paham radikal.
tirto.id - Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengingatkan radikalisme dapat menjangkiti semua kalangan termasuk mahasiswa dengan reputasi baik. Hal ini menyikapi penangkapan mahasiswa Universitas Brawijaya berinisial IA oleh Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror.

"Radikalisme memapar semua level status dan tingkat kecerdasan. Bisa cerdas akademik tapi belum komprehensif pemahaman akhirnya terpapar," kata Irfan kepada Tirto, Jumat, (27/5/2022).

Ia mengatakan bahwa selama ini BNPT telah bekerja sama dengan Kemendikbudristek dalam bentuk sinergitas antar kementerian dan lembaga, termasuk lembaga pendidikan dalam rangka mencegah radikalisme.

Namun demikian, dengan tertangkapnya mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut, BNPT berencana akan meningkatkan program pencegahan penyebaran paham radikal.

"Progam pencegahan terus ditingkatkan guna meminimalisir masyarakat [supaya tidak] menjadi korban paham radikal yang berujung pada aksi teror," kata Irfan.

Sebelumnya, Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror menangkap seorang mahasiswa Universitas Brawijaya berinisial IA pada Senin, (23/5/2022) di wilayah Kelurahan Dinoyo, Kota Malang. IA diduga menjadi simpatisan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar, menyatakan bahwa IA juga berencana melakukan tindakan teror penyerangan ke kantor polisi menggunakan senjata api.

IA diduga terlibat dalam kegiatan mengumpulkan dana untuk membantu kegiatan ISIS di Indonesia. Selain itu, IA juga disebut mengelola media sosial dalam rangka untuk menyebarkan materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme.

Selain itu, IA juga terlibat komunikasi intensif dengan seseorang berinisial MR, yang merupakan tersangka teroris kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang telah ditangkap pada awal 2022, terkait rencana amaliyah (bom bunuh diri) di fasilitas umum dan kantor-kantor polisi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Univerasitas Brawijaya Prof Abdul Hakim dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu mengatakan bahwa pihak universitas saat ini tengah mengumpulkan data terkait kegiatan IA, khususnya pada saat berada di lingkungan kampus.


Baca juga artikel terkait TERORISME atau tulisan menarik lainnya Fatimatuz Zahra
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Fatimatuz Zahra
Penulis: Fatimatuz Zahra
Editor: Bayu Septianto

DarkLight