Menuju konten utama

Lemonilo Dorong Kebahagiaan Ibu Lewat "Family Happy Day"

Lemonilo secara resmi meluncurkan Family Happy Day sebagai perayaan tahunan setiap 23 September untuk mengingatkan pentingnya kebahagiaan ibu.

Lemonilo Dorong Kebahagiaan Ibu Lewat
(dari kiri ke kanan) Psikolog, Samanta Elsener, Brand Ambassador, Nikita Willy, Indra Priawan, Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia, Co-CEO Lemonilo, Ronald Widjaja, Jakarta (23/9). (FOTO/dok. Lemonilo)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Lemonilo meluncurkan event Family Happy Day, sebuah perayaan hari spesial untuk menikmati kebersamaan yang membuat keluarga lebih bahagia. Dengan mengusung tema “Happy Mom, Happy Family,” perayaan hari spesial ini menekankan bahwa kebahagiaan ibu adalah fondasi keluarga yang sehat dan harmonis.

Co-CEO Lemonilo, Shinta Nurfauzia, mengatakan, “Hari ini adalah simbol kecil tapi penuh makna untuk mengingatkan keluarga Indonesia agar selalu memberi ruang kebahagiaan bagi ibu. Kami ingin Family Happy Day menjadi pengingat bahwa kebahagiaan seorang ibu perlu dirayakan. Mulai tahun ini, setiap tanggal 23 September akan diperingati sebagai Family Happy Day setidaknya untuk di Indonesia.

Dalam momen ini, Lemonilo juga memperkenalkan Nikita Willy sebagai Brand Ambassador Lemonilo Brownies Crispy. “Nikita Willy adalah sosok ibu muda yang menginspirasi, yang berani jujur menunjukkan struggle-nya sebagai ibu, tapi tetap menjaga semangat positif yang sejalan dengan inisiatif kami,” ujar Shinta.

Dengan hadirnya Family Happy Day, Lemonilo berupaya menjadi sahabat keluarga Indonesia dalam merayakan kebahagiaan ibu. Lemonilo berkomitmen menghadirkan camilan lebih sehat untuk keluarga Indonesia. “Lemonilo Brownies Crispy mengusung tagline ‘Tipis Browniesnya, Tebal Happynya’ sekaligus tanpa pengawet, pemanis buatan, dan pewarna sintetis sehingga aman untuk keluarga,” jelas Shinta.

Sementara itu, Co-CEO Lemonilo, Ronald Wijaya, menambahkan, peran ibu sangat penting dalam menciptakan suasana nyaman dalam keluarga. Ibu yang bahagia membuat suasana keluarga lebih hangat. Ketika ibu bahagia dan ayah suportif, seluruh keluarga ikut merasakan energi positifnya. “Bagi saya, kebahagiaan istri adalah kunci terciptanya suasana rumah yang hangat. Ketika istri merasa dihargai, didukung, dan punya waktu untuk dirinya sendiri, seluruh keluarga ikut merasakan energi positifnya,” kata Ronald.

Rilis Lemonilo

(dari kiri ke kanan) Co-CEO Lemonilo, Ronald Widjaja, Brand Ambassador, Nikita Willy, Co-CEO Lemonilo, Shinta Nurfauzia. (FOTO/dok. Lemonilo)

Dalam acara Family Happy Day, Nikita Willy yang diperkenalkan sebagai Brand Ambassador Lemonilo Brownies Crispy membagikan pengalaman dalam menjalani peran sebagai seorang ibu.

Menurut dia, menjadi seorang ibu merupakan sebuah anugerah meski penuh tantangan. “Menjadi ibu itu tidak mudah, ada rasa lelah, ada tantangan, terutama dalam berbagai situasi tidak terduga saat ini, dan itu wajar. Kita semua manusia. Saya juga pernah merasa overwhelmed, tapi saya belajar bahwa menjaga kesehatan mental dan punya me time itu penting,” tutur Nikita.

Bagi Nikita, me time tidak harus mewah. Menyediakan waktu singkat untuk diri sendiri, misalnya dengan menikmati camilan enak, lebih sehat, sudah cukup. “Kadang cukup duduk sebentar sambil ngemil Lemonilo Brownies Crispy, hati jadi lebih tenang. Ini bukan sekadar camilan, tapi pengingat kecil bahwa ibu juga berhak bahagia,” ujarnya.

Psikolog Keluarga, Samanta Elsener, mengatakan bahwa kesehatan mental ibu sangat memengaruhi suasana keluarga. Ibu yang merasa bahagia dan didukung keluarga mampu memberi energi positif kepada anak serta pasangan. “Penelitian menunjukkan bahwa mood ibu dapat menular kepada anak, sehingga kebahagiaan ibu berdampak langsung pada perkembangan emosional anak,” kata dia.

Dia menambahkan, me time bukan egois, tetapi bentuk self-care agar ibu bisa mengisi energi kembali. Aktivitas sederhana bisa membantu ibu menurunkan stres. “Ibu yang rutin mengambil waktu untuk dirinya sendiri lebih resilient menghadapi tantangan sehari-hari,” ujar Samanta.

Menurut Samanta, kebahagiaan ibu tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan kecil dari suami bisa menjadi hadiah besar bagi ibu. “Ayah yang suportif, mau berbagi peran, adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan mental ibu. Keluarga yang saling mendukung akan lebih tangguh menghadapi tantangan,” ujar dia.

Penulis: Tim Media Servis