Menuju konten utama

Lebaran Malaysia 2026 Tanggal Berapa & Apakah Sama Indonesia?

Simak penjelasan kapan Idul Fitri 2026 di Malaysia dan apakah sama dengan Indonesia.

Lebaran Malaysia 2026 Tanggal Berapa & Apakah Sama Indonesia?
Ilustrasi pemantauan hilal. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tanggal Berapa Idul Fitri 2026 di Malaysia? Apakah Lebaran 2026 di negeri jiran tersebut jatuh pada tanggal 20 atau 21 Maret 2026? Lantas, apakah Idul Fitri di Malaysia akan sama dengan Indonesia?

Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H menjadi momen yang ditunggu-tunggu umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan. Namun, setiap tahunnya 1 Syawal tidak sama dengan kalender Masehi. Pasalnya, ada perbedaan 10 hingga 11 hari antara kalender kamariah dan syamsiah.

Perbedaan hari Idul Fitri mungkin juga terjadi karena visibilitas bulan bisa jadi tidak sama di bagian-bagian tertentu bumi. Ada wilayah yang sudah melihat hilal pada tanggal yang dianggap terakhir, tetapi ada pula yang belum.

Selain faktor astronomi, perbedaan penetapan awal bulan hijriah juga dapat terjadi karena metode yang digunakan masing-masing negara. Sebagian negara mengutamakan rukyatul hilal (pengamatan langsung), sementara yang lain lebih menekankan perhitungan hisab atau mengombinasikan keduanya.

Oleh sebab itu, penentuan Idul Fitri di setiap negara, termasuk Malaysia, masih harus menunggu hasil pemantauan hilal menjelang akhir Ramadan.

Lebaran Malaysia 2026 Tanggal Berapa?

Malaysia melalui surat edaran Kenyataan Media tentang Penentuan Tarikh Hari Raya Eidul Fitri di Malaysia Nomor Mufti Sel.600-5 Jld.5 (8) pada 10 Maret 2026 lalu, menjelaskan mengenai penentuan Idul Fitri 1447 H. Di awal surat edaran tersebut dijelaskan bahwa beberapa negara Arab melaksanakan puasa Ramadhan mulai 18 Februari 2026 sehingga kemungkinan besar Idul Fitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.

Namun, Malaysia sendiri memulai Ramadhan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026 sehingga kemungkinan penetapan 1 Syawal 1447 H bisa saja berbeda dengan negara-negara Arab.

Saat ini Malaysia menerapkan kriteria imkanur rukyah MABIMS yang juga digunakan oleh negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Berdasarkan kriteria tersebut, awal bulan kamariah dinyatakan masuk apabila pada saat matahari terbenam memenuhi dua syarat utama, yaitu:

  • Ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk, dan
  • Sudut elongasi antara bulan dan matahari minimal 6,4 derajat.

Kriteria 3 derajat dan 6,4 derajat tersebut disepakati dalam forum kerja sama Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dan mulai diterapkan secara luas sejak 2021–2022 untuk meningkatkan keseragaman penentuan kalender hijriah di kawasan Asia Tenggara.

Dengan menggunakan metode tersebut, keputusan awal bulan hijriah di Malaysia tetap bergantung pada hasil pengamatan hilal pada tanggal 29 Ramadan. Karena itu, meskipun secara perhitungan ada kemungkinan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, keputusan resminya baru akan diumumkan setelah proses rukyatul hilal dilakukan.

Untuk menentukan Idul Fitri 1447 H di Malaysia, pemerintah setempat masih harus melakukan pengamatan hilal pada 29 Ramadhan 1447 H atau Kamis, 19 Maret 2026. Jika hilal tampak dan memenuhi kriteria, Idul Fitri 2026 ditetapkan jatuh pada 20 Maret 2026. Namun, jika tidak tampak, Ramadhan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) sehingga Idul Fitri 2026 baru akan diperingati pada 21 Maret 2026.

Apakah Idul Fitri 2026 Malaysia Sama dengan Indonesia?

Di Indonesia, Muhammadiyah telah mengumumkan kapan Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Dalam maklumat itu, ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 30 Ramadhan 1447 H (19 Maret 2026) pukul 01.23.28 UTC. Ketika Matahari terbenam pada hari ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC, ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1. Bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi Bulan lebih dari sama dengan 8 derajat.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia belum menetapkan 1 Syawal 1447 H dan baru akan menggelar Sidang Isbat pada 19 Maret 2026 (29 Ramadhan 1447 H). Dalam Sidang Isbat ini, pemerintah menggunakan gabungan metode rukyatul hilal dan hisab dalam menentukan 1 Syawal.

Tak berbeda dari Pemerintah Indonesia, Pemerintah Malaysia juga belum menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026. Keduanya masih harus melaksanakan pemantauan hilal dan mengambil keputusan melalui Sidang Isbat dan sejenisnya.

Kemungkinan, Idul Fitri 1447 H versi Malaysia bisa jadi sama dengan Indonesia. Sebab, sama-sama terdapat dua potensi 1 Syawal 1447 H, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026, atau Sabtu, 21 Maret 2026.

Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Lebaran 2026 melalui tautan ini.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus