tirto.id - Pemain Persikad Depok Bil'asqan Hi Tenang mengalami kejang-kejang pasca bertabrakan di udara dengan pemain PSPS Pekanbaru, Jeferson de Sousa Ferreira, pada Sabtu (4/10). Lantas, bagaimana kronologinya?
Pertandingan antara Persikad Depok vs PSPS Pekanbaru telah berlangsung pada Sabtu sore di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Kedua tim sedang memperebutkan poin laga pekan keempat Grup 1 dalam gelaran Pegadaian Championship 2025/2026.
Persikad Depok memang unggul tipis 1-0 dalam pertandingan tersebut, tetapi harus menderita insiden yang tak terduga. Bil'asqan sebagai sayap kanannya tampak mengalami cedera setelah berebut bola dengan Jeferson pada menit-menit akhir babak kedua.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Bil'asqan adalah mantan anggota tim Persita Tangerang yang baru gabung ke Persikad Depok pada 1 September 2025. Pemain muda ini baru berusia 19 tahun.
Kronologi Insiden Buat Pemain Persikad Depok Kejang-Gegar Otak
Laga Persikad Depok vs PSPS Pekanbaru digelar pada Sabtu (4/10) di Stadion Pakansari. Persikad Depok berhasil mengungguli PSPS Pekanbaru sebanyak 1 skor berkat poin yang dicetak pada menit ke-73 oleh Enzo Celestine.
Pertandingan pun semakin memanas menjelang waktu-waktu terakhir babak kedua. Puncak ketegangan laga tampak ketika penjaga gawang Persikad Depok, Lutfi Marosa, melempar bola ke arah tengah lapangan.
Bil'asqan berniat menyambut bola tersebut dengan melayangkan tubuhnya ke udara. Begitu juga dengan bek PSPS Pekanbaru Jeferson yang akhirnya tak sengaja menyikut lawan.
Duel perebutan bola antara kedua pemain ini menyebabkan Bil'asqan jatuh tersungkur ke tanah. Penyerang sayap kanan tersebut mengerang untuk menunjukkan rasa sakit yang diderita.
Wasit menganggap insiden sebagai bentuk sentuhan biasa sehingga pertandingan masih terus berlanjut. Akan tetapi, kondisi Bil'asqan kian memprihatinkan pasca beberapa detik jatuh.
Ia tampak mengalami kejang, kemudian menimbulkan rasa panik kepada seluruh orang di lapangan. Oleh karena itu, para petugas medis memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama.
Setelah mengalami kejang-kejang beberapa saat, Bil'asqan pun kehilangan kesadarannya. Kala itu, mobil ambulans datang untuk membawa pemain tersebut ke rumah sakit.
Menurut Ridwan Saragih, Pelatih Persikad Depok, pemainnya ini sempat mengalami kejang dan tak bernapas. Ia menuturkan pula bahwa Bil'asqan sudah ditangani secara lebih lanjut.
“Sempat tidak bernapas dan kejang, itu laporan awal dari tim medis. Tapi saat ini sudah dalam penanganan lebih lanjut,” kata Ridwan dalam pertemuan pers pasca pertandingan.
Adapun dr. Ririn Budiarti selaku Dokter Tim Persikad Depok menjelaskan bahwa Bil'asqan mengalami gegar otak. Insiden ini juga menimbulkan pendarahan alias subdural hematoma di sekitar bagian otak pemain.
Sementara pemilik tim, Abdullah Alatas, mendesak pihak PSSI maupun Ileague untuk menghukum Jeferson. Ia juga menjelaskan bahwa Bil'asqan akan dipastikan memperoleh perawatan terbaik agar bisa pulih.
Di sisi lain, Ibn Grahan selaku Pelatih PSPS Pekanbaru merasa dirugikan oleh wasit dalam laga Sabtu lalu. Ia menyampaikan protes tersebut ke PSSI tentang video VAR dan keputusan pemberian kartu merah kepada Jeferson.
Ingin memantau berbagai informasi terbaru seputar sepak bola di Indonesia maupun internasional? Simak terus berita up to date tentang sepak bola hanya di tautan berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id






























