Menuju konten utama

Viral Bus Suporter Dirusak di Jogja & Larangan Suporter Away

Viral video bus diduga ditumpangi bobotoh, rusak di Ngabean, Yogya usai laga PSIM vs Persib. Bagaimana aturan larangan suporter away di Super League 2025?

Viral Bus Suporter Dirusak di Jogja & Larangan Suporter Away
Pesepak bola PSIM Yogyakarta Nermin Haljeta (kiri) menendang bola dan diadang pesepak bola Persib Bandung Rezaldi Hehanussa (tengah) dan Praticio Matricardi (kanan) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (24/8/2025). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Video bus dirusak oleh massa di Ngabean, Yogyakarta pada Minggu (24/8/2025) viral di media sosial. Bagian depan bus yang diduga mengangkut bobotoh (suporter) Persib tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Apa yang sebenarnya terjadi? Lantas, sebenarnya larangan suporter away di Super League (Liga 1) berlaku hingga kapan?

Laga PSIM vs Persib yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada Minggu (24/8) berakhir dengan skor 1-1. Tuan rumah unggul lebih dahulu berkat penalti setelah pelanggaran pelanggaran Julio Cesar terhadap Nermin Haljeta. Ze Valente yang bertugas sebagai eksekutor, sukses membuat Laskar Mataram unggul 1 gol.

Persib sebenarnya memiliki peluang menyamakan kedudukan setelah pemain PSIM, Reva Adi, melakukan handball di kotak terlarang. Akan tetapi, Uilliam Baros gagal memanfaatkan tendangan penalti. Maung Bandung baru bisa menyamakan skor via Patricio Matricardi (90+6'). Bahkan, sejatinya ada momentum Persib bisa melakukan comeback. Namun, hadiah penalti yang ditendang Marc Klok, gagal.

Skor 1-1 ini membuat PSIM masih tertahan di peringkat 6 klasemen Super League 2025 dengan raihan 5 poin dari tiga pertandingan. Laskar Mataram mengoleksi 1 menang dan 2 imbang. Sebaliknya, Persib ada di posisi 7 dengan 4 angka, hasil 1 menang, 1 seri, dan 1 kalah.

Usai laga antara PSIM vs Persib berakhir, terdapat insiden yang diduga melibatkan suporter kedua klub. Dalam sebuah unggahan video yang viral di media sosial, terlihat bus pariwisata yang diklaim ditumpangi suporter Persib, rusak parah oleh massa. Hingga saat ini, informasi lengkap tentang kronologi peristiwa tersebut belum utuh.

Jika melihat dari urutan waktu, insiden ini bermula pada sekitar pukul 22.12 WIB ketika ada pantauan warga yang melihat keributan, diduga antara suporter Persib dengan suporter PSIM. Massa bergerak ke arah barat, seperti yang terlihat dari rekaman CCTV Ngabean pukul 23.00 WIB. Ini diikuti dengan penutupan jalan di wilayah 0 km Yogyakarta ke arah barat pada pukul 23.57 WIB.

Dalam video yang diunggah akun IG Merapi Uncover, dengan tanda waktu 00.40 WIB, tampak sebuah bus pariwisata dengan banyak penumpang di dalamnya, berada di Tempat Parkir Ngabean. Bus tersebut dikelilingi massa dalam jumlah banyak. Polisi lantas mengevakuasi orang-orang yang berada di dalam bus.

Terdapat beberapa versi tentang penyebab terjadinya pengepungan bus di Ngabean. Salah satu versi yang ramai di medsos menyebutkan, kelompok yang diduga suporter Persib, menabrak salah satu suporter PSIM. Namun, ada versi lain yang menyebut sopir bus bobotoh mengantuk, lantas menabrak kerumunan suporter tuan rumah.

Terkait hal ini, kemungkinan besar Polres Kota Yogyakarta akan mengadakan konferensi pers. Masyarakat diminta tidak menyimpulkan lebih awal sebelum ada informasi resmi mengenai kronologi dan pemicu pasti keributan dan perusakan bus tersebut.

Terlepas dari peristiwa tersebut, sebenarnya bagaimana aturan suporter away yang diberlakukan di Indonesia? Pasalnya, suporter Persib selaku tim tamu melakukan tandang ke markas PSIM. Untuk mengetahui informasi jelas soal larangan suporter away di Super League 2025/2026, simak ringkasannya berikut.

Larangan Suporter Away di Super League Berlaku Sampai Kapan?

Aturan larangan suporter away di kompetisi sepak bola Indonesia pertama kali diterapkan usai Tragedi Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022, yang menyebabkan 135 orang tewas. Sejak saat itu, PSSI bersama PT LIB dan kepolisian menyepakati transformasi penyelenggaraan kompetisi, salah satunya melarang kehadiran suporter tim tamu di laga tandang.

Musim 2023/24 menjadi tahun pertama implementasi larangan ini diterapkan secara penuh. Larangan kembali diperpanjang pada musim 2024/25. Musim ini, hal yang sama masih berlaku. Hal ini sudah disampaikan oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus. Ia menyebutkan, larangan suporter away di Super League 2025 ini berkaitan dengan FIFA yang belum memberikan izin untuk hal tersebut.

"Masih belum diizinkan, masih seperti yang lalu tapi kita akan terus berupaya supaya mendapatkan ruang atau izin dari sana. Bisa jadi mungkin tiga sampai empat bulan yang akan datang. Mudah-mudahan (putaran kedua)," kata Ferry dikutip Antara pada 6 Agustus 2025 lalu.

Dalam penerapannya di Super League 2025/2026, Komite Disiplin PSSI memberikan hukuman kepada klub yang suporternya melakukan perjalanan away. Misalnya, yang dialami PSIM. Mereka dikenai denda sebesar Rp25 juta karena "suporter PSIM Yogyakarta sebagai suporter klub tamu" hadir dalam laga Persebaya vs PSIM di Gelora Bung Tomo, Surabaya pada 8 Agustus.

Komdis PSSI menegakkan aturan larangan suporter away ini sejak bergulirnya pekan 1 Super League 2025/2026. Tercatat, selain PSIM, klub yang terkena denda karena suporternya ikut away adalah Persis Solo dan Persita Tangerang. Hukuman juga diberikan kepada panitia pelaksana (panpel) pertandingan yang gagal mengantisipasi kehadiran suporter away.

Sejauh ini, dari hasil sidang Komdis PSSI pada 13 dan 16 Agustus 2025, panpel yang dikenai denda karena gagal antisipasi suporter away adalah Panitia Pelaksana Pertandingan Persebaya Surabaya (vs PSIM), Panitia Pelaksana Pertandingan Madura United FC (vs Persis Solo), dan Panitia Pelaksana Pertandingan Persija Jakarta (vs Persita).

Sebelum laga kontra Persib, PSIM melalui akun instagram mereka pada Sabtu (23/8) juga sudah menyampaikan bahwa "Sesuai regulasi BRI Super League 2025/26, suporter tim tamu dilarang bertandang!".

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus