tirto.id - Layanan transportasi umum di Jakarta, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta, mengalami perubahan pola operasi dan pengalihan rute pada Jumat (12/6/2026).
Gangguan ini dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kendala teknis pada sarana perkeretaapian hingga penutupan jalan di berbagai titik akibat proyek pembangunan dan pekerjaan galian.
Selain itu, sejumlah ruas jalan juga ditutup menyusul rencana aksi unjuk rasa di beberapa lokasi. Salah satu titik konsentrasi massa berada di Bundaran HI yang diikuti ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia dan sejumlah kampus lain di Jakarta dan sekitarnya.
Informasi pertama datang dari PT KAI Commuter yang mengumumkan bahwa perjalanan KA 1255 relasi Bogor–Jakarta Kota tidak dapat menempuh perjalanan secara langsung hingga tujuan akhir.
“KA 1255 (Bogor-Jakarta Kota) perjalanan hanya sampai Stasiun Depok guna dilakukan tukar rangkaian terlebih dahulu, kemudian KA melanjutkan perjalanan kembali sampai Stasiun Jakarta Kota," dikutip dari X @Commuterline, Jumat.
KAI juga mengimbau penumpang untuk turun dan berpindah rangkaian di tengah perjalanan. Dalam keterangannya, manajemen mengingatkan penumpang untuk tetap memperhatikan barang bawaan.
“Kami imbau selalu menjaga dan memperhatikan barang bawaan serta tidak terburu-buru saat akan meninggalkan kereta. Periksa kembali barang bawaan, pastikan tidak ada yang tertinggal. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ungkap dalam utas X.
Sementara itu, pengguna Transjakarta juga menghadapi sejumlah pengalihan rute. Untuk layanan yang menghubungkan Jakarta Selatan dan Depok, PT Transportasi Jakarta menginformasikan adanya kendala operasional di wilayah Jagakarsa.
“Rute 4B: Stasiun Manggarai - Universitas Indonesia mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Bus Stop Wijaya Kusuma. Sementara arah Universitas Indonesia tidak melayani bus stop SMAN 38 s/d Gg Ikhlas,” tulis pihak Transjakarta di X.
Kendala serupa juga terjadi pada rute D21 relasi Universitas Indonesia–Lebak Bulus. Layanan tersebut mengalami pengalihan rute akibat penutupan jalan di sekitar Bus Stop Wijaya Kusuma sehingga sejumlah titik pemberhentian untuk sementara tidak dilayani.
Dampak penutupan jalan juga merembet ke layanan Mikrotrans yang melintasi kawasan terdampak aksi unjuk rasa. Layanan JAK 18 relasi Stasiun Duren Kalibata–Kuningan terpaksa melakukan penyesuaian jalur karena sejumlah ruas jalan ditutup.
“Adanya penutupan jalan disekitar Jl. Menteng Atas. Sementara tidak melayani Bus Stop Pasar Jembatan Merah 4 s/d Menteng Atas untuk kedua arah,” dikutip dari X.
Tak hanya penutupan jalan akibat aksi massa, proyek infrastruktur pemerintah juga turut memengaruhi operasional transportasi umum.
“Layanan Mikrotrans JAK 08 dan JAK 09 mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya galian proyek PSN di sekitar Jl. Belawan," dikutip dari X.
Wilayah Jakarta Selatan menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup signifikan, khususnya di sekitar Haji Nawi. Dua rute Mikrotrans, yakni JAK 59 relasi Rawamangun–Rawa Sengon dan JAK 102 relasi Blok M–Lebak Bulus, turut mengalami pengalihan rute akibat penutupan jalan di kawasan tersebut.
"JAK 102 tidak arah Blok M tidak melayani Bus Stop Griya Haji Nawi s/d Sbr. ITC Fatmawati, arah Rawa Sengon tidak melayani Bus Stop Jl. Perjuangan Raya 4 s/d Rawa Sengon," dikutip dari X.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































