Pendidikan Agama Islam

Kriteria Minuman Halal dan Manfaat Mengonsumsinya

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 10 Oktober 2021
Dibaca Normal 2 menit
Kriteria minuman halal bagi umat Islam dan manfaat mengonsumsinya.
tirto.id - Minuman halal tidak boleh memiliki unsur memabukkan dan harus diperoleh melalui cara yang tidak melanggar syariat Islam.

Bagi umat Islam, faktor halal dan haram pada makanan yang dikonsumsi menjadi hal yang sangat diperhatikan.

Allah menghalalkan berbagai makanan dan minuman, namun mengharamkan sebagiannya. Mematuhi aturan halal dan haram ini menjadi bagian dari ketaatan seorang muslim.

Perintah untuk menjauhi makanan atau minuman tertentu bukan tanpa alasan. Umumnya, makanan yang diharamkan akan memberi keburukan (mudharat) bagi orang yang mengonsumsinya.

Dikutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Kemdikbud 2017), pengharaman itu memiliki tujuan dalam menjaga kesucian dan kebaikan hati, akal, ruh, dan tubuh manusia.

Makanan dan minuman halal harus memenuhi syarat halal dan thayyib. Halal bermakna keduanya diperbolehkan untuk dikonsumsi menurut syariat Islam.

Thayyib artinya bersifat baik, seperti bergizi tinggi, menyehatkan, hingga tidak menjijikkan menurut pendapat umum.

Di samping itu, keduanya juga mesti memenuhi unsur kehalalan dari tiga kriteria. Kriteria tersebut yaitu:
  1. Halal dari sisi wujud zat makanannya yang tidak dilarang Allah melalu syariatnya seperti daging babi, ular, dan sebagainya.
  2. Halal dari cara memperolehnya seperi bukan hasil mencuri atau kecurangan lainnya.
  3. Halal dalam cara pemrosesannya seperti tidak memakai enzim babi.
Minuman halal

Minuman halal merupakan apa pun bentuk minuman yang diperkenankan untuk dikonsumsi menurut syariat Islam.

Kaidah yang digunakan dalam minuman ini yaitu pada dasarnya semua minuman adalah halal, kecuali ada dalil dalam Al Quran atau As Sunnah yang menyatakan keharamannya.

Minuman halal jauh lebih banyak ketimbang yang diharamkan. Oleh sebab itu, setiap muslim sangat mungkin untuk memilih yang halal saja dan menjauhi minuman haram. Kriteria minuman halal yaitu:

  • Tidak memabukkan, misalnya minuman keras (khamr);
  • Tidak memberikan keburukan untuk manusia dilihat dari sisi kesehatan badan, akal, jiwa, dan akidah;
  • Bukan barang najis;
  • Diperoleh melalui jalan yang halal.
Mengonsumsi yang halal dapat mendatangkan kebaikan. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Mendapatkan rida Allah karena telah menaati perintahNya dalam mengonsumsi makanan atau minuman yang halal dan thayyib saja, serta menjauhi yang haram.

2. Memiliki akhlaqul karimah, karena makanan tersebut tidak memberikan energi positif bagi setiap muslim untuk beribadah dan menjalankan aktivitas lain.

3. Memiliki fisik dan mental yang terjaga kesehatannya karena makanan dan minuman halal memberikan kebaikan bagi tubuh.

Khamr

Minuman beralkohol atau khamr secara terang-terangan dinyatakan sebagai minuman haram melalui Al Quran.

Bahkan, orang yang mengonsumsinya terancaman dengan dosa besar. Al Quran telah memberitahukan bahwa antara manfaat dan keburukan khamr, lebih besar sisi keburukannya.

"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, 'Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.' Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, 'Kelebihan (dari apa yang diperlukan).' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan." (al-Baqarah: 219)

Dalam buku Tafsir Ilmi: Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al Quran dan Sains (2013) yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang Diklat Kemenag, alkohol bisa memberikan manfaat bagi manusia seperti untuk pelarut, disinfektan, atau energi alternatif.

Sebaliknya, apabila alkohol dijadikan sebagai minuman, keburukannya jauh lebih besar dari manfaatnya.

Dalam dosis sedikit, minuman beralkohol dapat memberikan efek rasa hangat. Namun, konsumsi jangka panjang dari khamr dapat memberikan kerusakan bagi tubuh.

Contoh keburukan khamr bagi tubuh yaitu kemunculan beragam masalah seperti penyakit liver, obesitas, penyakit pembuluh darah dan jantung, serta mal nutrisi.

Oleh sebab itu, setiap muslim dilarang mengonsumsi minuman beralkohol sekali pun hanya setetes.


Baca juga artikel terkait MINUMAN HALAL atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Dhita Koesno
DarkLight