Menuju konten utama

Korban Keracunan MBG di Mlati Sleman Bertambah, jadi 212 Siswa

Korban tersebar di 4 sekolah, yakni SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Korban Keracunan MBG di Mlati Sleman Bertambah, jadi 212 Siswa
Puskesmas II Mlati, Sleman yang menerima sekitar 90 siswa yang mengalami keracunan setelah konsumsi menu MBG Mlati. tirto.id/Abdul Haris

tirto.id - Jumlah korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Mlati, KAbupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah. Total jumlah korban menjadi 212 siswa yang tersebar di empat sekolah, meliputi SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Berdasarkan data yang dicatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes Sleman), jumlah siswa yang mengalami keracunan pangan sampai dengan Rabu (13/8/2025) tercatat sebanyak 212 siswa dengan rincian 113 berobat ke Puskesmas, 19 rawat inap di RSUD Sleman, tiga siswa di RSA UGM (dua rawat jalan dan satu rawat inap), dan 77 lainnya dinyatakan gejala sangat ringan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan siswa yang dirujuk kerumah sakit adalah mereka yang bergejala sedang hingga berat. Yuli bilang, 212 siswa tersebut diindikasi keracunan usai mengkonsumsi MBG pada Selasa lalu, (12/8/2025).

“Jadi yang ke rumah sakit itu hanya yang bergejala sedang sampai berat sehingga tidak bisa ditangani di puskesmas maka dia dirujuk di rumah sakit,” kata Yuli saat dihubungi kontributor Tirto, pada Kamis (14/8/2025).

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan bahwa saat ini Pemkab Sleman tengah fokus memberikan penanganan, pemulihan, serta pendampingan kepada siswa yang mengalami keracunan.

"Dari hasil evaluasi penanganan Dinkes per hari ini semua siswa kondisinya terus membaik. Yang paling penting saat ini kita tangani terlebih dahulu para siswa agar segera pulih dan sehat kembali," kata Danang saat di Kapanewon Mlati, Sleman.

Ia menyebut pengobatan siswa yang mengalami keracunan ini sepenuhnya ditanggung pemerintah dan tidak dibebankan kepada orang tua atau sekolah.

"Kita sudah diskusi dan nanti akan ditanggung oleh BPJS kesehatan yang akan dikoordinasikan oleh Dinkes dan Dinas Sosial. Artinya, masyarakat tidak dibebankan dengan biaya pengobatan," ungkapnya.

Dalam keterangannya, Danang juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Sleman melalui dinas terkait, telah mengambil sejumlah tindakan termasuk penanganan siswa yang mengalami keracunan.

Kejadian ini bermula dari laporan dari Puskesmas I dan Puskesmas II Mlati yang menangani beberapa siswa dengan keluhan diare dan muntah. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Sleman.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah