tirto.id - Di dapur-dapur komunitas, di kantin sekolah dasar, dan di meja-meja sederhana di posyandu, piring-piring berisi makanan bergizi kini menjadi pemandangan sehari-hari bagi jutaan warga.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai tonggak penting, yakni menjangkau 20 juta penerima manfaat per awal Oktober 2025. Angka ini menunjukkan pencapaian yang menunjukkan ambisi besar pemerintah untuk menanggulangi masalah gizi dan membentuk generasi masa depan yang lebih sehat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan mitra lokal.
"Penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta dan insyaallah akan mendekati angka 20 juta. Capaian ini menunjukkan dukungan kuat masyarakat dan dunia usaha dalam memastikan keberlangsungan program," ujar Dadan, dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto.id, Rabu (1/10/2025).
Data BGN yang dipublikasikan menunjukkan bahwa ribuan SPPG sudah aktif melayani MBG. Data pemerintah juga menyebutkan bahwa program telah menyalurkan layanan ini melalui beberapa ribu dapur operasional yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal.
Pencapaian di atas bukan sekadar statistik melainkan perubahan layanan harian yang dirasakan langsung oleh sekolah dan keluarga di banyak daerah.
Kunci operasional MBG adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit-unit lokal yang bertanggung jawab menyiapkan, menjaga mutu, dan mendistribusikan makanan sesuai standar gizi.
SPPG berperan ganda, sebagai dapur produksi makanan bergizi dan sebagai jembatan antara pasokan pangan lokal (petani, nelayan, UMKM) dan penerima manfaat di sekolah-sekolah serta fasilitas kesehatan ibu-anak.
Dengan model ini, rantai pasok lokal terus bergerak membuka lapangan kerja baru dan menyuntikkan permintaan pada produk pertanian setempat.
Skema Kemitraan
Dalam praktiknya, BGN melaporkan adanya skema kemitraan yang mempercepat pembentukan SPPG dan memastikan kepatuhan terhadap standar gizi.
Selain itu, lembaga pengawas pangan turut diperkuat agar keamanan dan mutu makanan tetap terjaga saat skala layanan diperbesar.
Di sekolah-sekolah penerima program, guru dan orang tua mencatat perubahan yang siginikan dari program MBG. Kehadiran murid meningkat, konsentrasi saat belajar lebih baik, dan keluarga mendapat keringanan biaya makanan sehari-hari.
Kegiatan penyaluran MBG sering disambut hangat oleh komunitas setempat, kunjungan pejabat daerah dan kementerian ke SPPG lokal kerap menampilkan antusiasme murid dan orang tua yang berharap layanan ini berkelanjutan.
Laporan berita daerah dan keterangan kementerian mencatat kesinambungan kepedulian itu di banyak titik pelayanan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































