Menuju konten utama

Komisi X Soroti Peran Guru BK di Tengah Banyak Kasus Perundungan

Ia meminta guru bimbingan konseling (BK) tidak hanya mengawasi kegiatan murid yang terjadi di lingkungan sekolah.

Komisi X Soroti Peran Guru BK di Tengah Banyak Kasus Perundungan
Ilustrasi Perundungan Anak. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuduan, meminta guru bimbingan konseling (BK) tidak hanya mengawasi kegiatan murid yang terjadi di lingkungan sekolah. Sebab, murid berpeluang menjadi korban perundungan (bullying) di luar lingkungan sekolah.

"Nah, kadang-kadang guru BK juga merasa bahwa tugas mereka kalau sudah terjadi atau pencegahannya itu di sekolah saja. Padahal seringkali mereka korban dari kekerasan yang terjadi di masyarakat atau di rumahnya," ucapnya di Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).

Hetifah meminta orangtua murid maupun guru harus memahami kondisi siswa. Setiap elemen tersebut juga diminta tidak mengabaikan kondisi para siswa.

Menurut dia, salah satu penyebab murid menjadi pelaku perundungan adalah paparan radikalisme dari sejumlah sumber. Salah satunya, yakni dari gim (game).

"Kita harus benar-benar tahu anak itu juga berkomunikasi dengan siapa, main gamenya-nya, game-nya apa, teman-teman dekatnya siapa, dan supaya tadi, terutama paparan radikalisme itu harus diwaspadai," sebutnya.

Hetifah menyatakan, pemerintah berupaya menekan angka perundungan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen). Kini, Kemendikdasmen tengah menyusun Permendikdasmen.

Penyusunan dilakukan dengan meminta saran dari sejumlah elemen masyarakat maupun kajian.

"Permendikdasmen akan menguraikan tadi sekilas aja bisik-bisik, kemungkinan akan diperbaiki. Jadi, supaya lebih meng-cover perkembangan-perkembangan situasi dan juga mungkin menekan lagi bentuk-bentuk kolaborasi yang dibutuhkan," tutur dia.

Baca juga artikel terkait KASUS PERUNDUNGAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra