Menuju konten utama

Komentar Tim Kampanye Jokowi-Maruf Soal Hasil Survei LSI Denny JA

Tim kampanye tidak merisaukan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf rendah pada segmen pemilih pemula dan minoritas.

Komentar Tim Kampanye Jokowi-Maruf Soal Hasil Survei LSI Denny JA
Bakal capres-cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin berbincang seusai menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Minggu (12/8/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

tirto.id - Hasil survei LSI Denny JA soal elektabilitas capres-cawapres tidak merisaukan Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Meski masih unggul telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tidak terlalu menggembirakan untuk sebagian segmen pemilih.

Jokowi-Ma'ruf tercatat cuma unggul tipis di segmen pemilih non-muslim. Pada kelompok pemilih terpelajar dan segmen usia 19 tahun ke bawah, elektabilitas pasangan ini malah tersungkur.

Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni menilai elektabilitas rendah jagoannya pada segmen pemilih muda dan minoritas hanya bersifat sementara.

Dia menduga kelompok pemilih tersebut hanya terkejut saja saat Jokowi memutuskan memilih Ma'ruf sebagai cawapres pendampingnya di Pilpres 2019.

"Saya kira pemilih pak Jokowi, terutama di kalangan milenial dan minoritas 'terkejut' saja dengan pilihan cawapres kemarin. Yang namanya terkejut, InsyaAllah tidak akan lama. Semua akan kembali normal," kata Antoni dalam pesan tertulis yang diterima Tirto, pada Selasa (21/8/2018).

Dia optimistis dalam beberapa bulan ke depan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf akan semakin membaik pada segmen pemilih pemula dan minoritas.

"Semua akan kembali berfikir normal bahwa ini adalah pemilihan presiden. Pilihannya Jokowi dan Prabowo. Saya yakin milenial dan minoritas akan kembali ke jalan yang benar setelah enggak kaget," kata Antoni.

Hasil survei terbaru LSI Denny JA, yang digelar pada 12-19 Agustus lalu, menyimpulkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 52,2 persen. Pasangan ini unggul jauh atas Prabowo-Sandiaga yang hanya memiliki elektabilitas 29,5 persen.

Akan tetapi, Jokowi-Ma'ruf tidak unggul telak di semua segmen pemilih. Pasangan ini cuma unggul tipis pada kelompok pemilih non-muslim, yakni 47,5 persen. Sementara Prabowo-Sandi 43,6 persen.

Bahkan, pada segmen kelompok pemilih terpelajar, atau mereka yang pernah kuliah, Jokowi-Ma'ruf kalah dari lawannya dengan elektabilitas cuma 40,4 persen. Di kelompok pemilih ini, Prabowo-Sandiaga unggul dengan tingkat keterpilihan 44,5 persen.

Di kalangan pemilih milenial, atau usia 17-39 tahun, survei dengan jumlah responden 1200 orang itu memang mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul telak atas lawannya, yakni 50,8 persen vs 31,8 persen.

Namun, pada segmen pemilih usia 19 tahun ke bawah, tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf cuma 39,5 persen atau sama persis dengan Prabowo-Sandi. LSI Denny JA menilai posisi Ma'ruf sebagai cawapres menggerus elektabilitas Jokowi di segmen pemilih pemula itu.

Jika dilihat secara personal, meski unggul telak di segmen pemilih usia 20 tahun ke atas, elektabilitas Ma'ruf memang jeblok di kelompok pemilih berumur 19 tahun ke bawah, yaitu cuma 18,4 persen. Sebaliknya, Sandiaga menang telak dengan tingkat keterpilihan 50 persen di segmen pemilih ini.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Addi M Idhom