Menuju konten utama

Kisah Haru Urara Kuda Jepang yang Jadi Inspirasi Umamusume

Haru Urara, kuda legendaris Jepang yang terkenal karena 113 kekalahan beruntun, tutup usia. Ini kisah hidup dan semangatnya yang menginspirasi dunia.

Kisah Haru Urara Kuda Jepang yang Jadi Inspirasi Umamusume
Ilustrasi Kuda Haru Urara. foto/Istockphoto

tirto.id - Seekor kuda legenda asal Jepang bernama Haru Urara meninggal dunia pada Selasa (9/9). Kepergian Haru Urara membuat publik Jepang ikut bersedih. Simak kisah Haru Urara, kuda Jepang yang dikenal karena tidak pernah menang balapan berikut.

Berita meninggalnya Haru Urara disampaikan di akun X Umamusume: Pretty Derby. Umamusume: Pretty Derby adalah anime yang terinspirasi dari kisah Haru Urara.

“Dengan berat hati kami menyampaikan kabar duka bahwa Haru Urara meninggal dunia pada tanggal 9 September. Warisan kuda pacu legendaris ini menjadi inspirasi bagi karakter dengan nama yang sama dalam Umamusume: Pretty Derby,” tulis akun Umamusume: Pretty Derby.

“Kami turut berbelasungkawa kepada seluruh staf yang terlibat dalam perawatan Haru Urara,” tambahnya.

Kisah Haru Urara Kuda Legenda Jepang yang Meninggal Dunia

Haru Urara adalah kuda balap legendaris asal Jepang yang dikenal luas bukan karena prestasi kemenangannya, melainkan karena terus menerus menderita kekalahan.

Kuda betina berwarna coklat itu lahir pada 27 Februari 1996, di Nobuta Bokujo, Utafue, Mitsuishi, Hokkaido. Ia merupakan keturunan dari Nippo Teio, seekor kuda pacu kelas atas yang pernah memenangkan Tenno Sho dan Yasuda Kinen.

Haru Urara memulai karier balapnya di Kochi Racecourse pada 17 November 1998. Dalam kurun waktu enam tahun, Haru Urara tercatat mengikuti 113 balapan resmi. Sayangnya, tidak pernah sekalipun Haru Urara meraih kemenangan.

Meskipun tidak pernah menang, Haru Urara justru menjadi fenomena budaya Jepang. Pada Juni 2023, media Jepang mulai mengangkat kisah Haru Urara dengan menyebutnya sebagai "Shining Star of Losers Everywhere", bintang terang bagi mereka yang terus berjuang meski selalu gagal.

Puncak popularitas Haru Urara pada tahun 2004 saat joki terkenal Jepang, Yutaka Take, menungganginya dalam salah satu balapan. Ribuan penonton hadir langsung di lintasan dan siaran televisi nasional menyoroti momen itu.

Haru Urara kembali gagal menjadi pemenang dalam perlombaan itu. Namun ia mendapatkan hati publik Jepang. Sampai laga terakhirnya pada Agustus 2004, Haru Urara tidak juga mendapatkan kemenangan. Ia lantas menikmati masa pensiunnya di Martha Farm.

Nama Haru Urara menjadi inspirasi karakter dalam game dan anime populerUmamusume: Pretty Derby, yang memperkenalkan kisahnya ke generasi muda, bahkan di luar Jepang.

Dilansir laman People, salah satu pengasuh kuda di Martha Farm, tempat Haru Urara tinggal, mengatakan kepada media berita Jepang Friday Digital bahwa ia merasa khawatir dengan kondisi hewan tersebut setelah Haru Urara tidak buang air besar pada hari Senin, 8 September kemarin. Sang pengasuh kuda, Yuko Miyahara curiga ada yang salah dengan kesehatan Haru Urara.

Yuko kemudian berinisiatif memanggil dokter hewan untuk memeriksa Haru Urara. Sang dokter menemani Haru Urara sepanjang malam untuk memantau kondisinya. Namun, Haru dinyatakan meninggal pada Selasa (9/9/2025) kemarin.

Yuko Miyahara mengatakan jika Haru Urara meninggal di usia 29 tahun karena kolik. Kolik adalah nyeri perut, sering kali disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan. Pada kuda, kolik memang mengancam jiwa.

Banyak penggemar menyampaikan belasungkawa melalui media sosial, termasuk di unggahan Umamusume: Pretty Derby.

“Haru Urara dihargai karena semangat dan ketekunannya, namun memuliakan kekalahan terus-menerus sebagai “inspirasi” bisa memberikan pesan yang keliru. Pada titik tertentu, ketangguhan tanpa hasil bisa berubah menjadi eksploitasi, bukan kemenangan,” ucap akun X @NftEaterz.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra