Kenali Selulitis: Penyakit yang Diderita Rony Dozer Sejak 2014 Lalu

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 24 Januari 2020
Dibaca Normal 2 menit
Selulitis adalah infeksi bakteri kulit yang sering kali diderita pada kulit kaki bagian bawah.
tirto.id - Rony Dozer adalah pesohor lawak di Indonesia yang sejak tahun 2014 lalu divonis oleh dokter mengidap penyakit selulitis. Akibatnya, ia harus beristirahat dari panggung hiburan tanah air guna menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Lalu, apa itu selulitis?

Selulitis adalah infeksi bakteri kulit yang sangat umum. Meskipun dalam keadaan tertentu, selulitis bisa jadi penyakit yang mematikan. Selulitis sering kali diderita pada kulit kaki bagian bawah. Namun tidak jarang juga penyakit kulit ini hadir di area lainnya.

Infeksi pada kondisi selulitis ini disebabkan oleh bakteri seperti streptococcus pyogenes (strep) atau staphylococcus aureus (staph). Namun beberapa di antaranya juga dapat disebabkan akibat gigitan serangga, luka tusukan melalui sepatu basah, atau luka yang terinfeksi, demikian dilansir dari Harvard Health Publishing.

Namun, yang membuat selulitis menjadi penyakit mematikan adalah infeksi tersebut tidak hanya menyerang permukaan kulit tetapi juga jaringan di bawahnya. Bahkan, infeksi dapat menyebar menuju kelenjar getah bening dan aliran darah.

Selulitis berbeda dengan selulit yang muncul dikulit dan mengakibatkan kulit seperti kulit jeruk. Selulitis ditandai dengan kulit yang kemerahan dan bengkak pada gejala awalnya. Dilansir dari Medical News Today, pada area yang terinfeksi terkadang diikuti juga dengan rasa sakit dan kesemutan hingga lepuh dan bintik-bintik merah.

Gejala lainnya berupa rasa kelelahan, menggigil dan keringat dingin, gemetaran, demam, dan mual. Tidak hanya itu, kelenjar getah bening dapat ikut membengkak dan menjadi lunak. Pada umumnya, selulitis di kaki akan mempengaruhi kelenjar getah bening yang ada di selangkangan.

Jenis selulitis juga bermacam-macam, dibedakan tergantung di mana infeksi tersebut terjadi. Beberapa jenisnya adalah selulitis periorbital yang berkembang di daerah mata, selulitis wajah, selulitis payudara, dan seluliti perianal yang berkembang di sekitar anus.


Untuk mengatasinya, para dokter akan memberikan obat antibiotik. Dilansir dari Healthline, antibiotik akan diminum secara oral selama 5-14 hari. Tidak hanya itu, dalam perawatan dokter mungkin akan memberikan resep obat penghilang rasa sakit.

Istirahat dengan cukup. Sewaktu baring, sebisa mungkin angkat bagian yang terkena infeksi selulitis lebih tinggi dari jantung. Misalnya, jika yang terkena infeksi selulitis di bagian tangan, usahakan angkat lebih tinggi dari posisi jantung. Hal ini akan mengurangi pembengkakan pada area yang terinfeksi. Dalam kurun waktu 7-10 hari, selulitis akan hilang setelah konsumsi obat antibiotik.

Jika tidak ada perkembangan atau bahkan mengalami gejala yang lebih buruk, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Indikasi selulitis menjadi lebih buruk apabila terjadi demam dengan suhu yang tinggi, tekanan darah rendah, infeksi yang tidak kunjung pulih setelah minum antibiotik, dan sistem kekebalan yang melemah dengan terserangnya penyakit lain.

Pencegahan Selulitis

Harvard Health Publishing menuliskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi kulit selulitis ini. Ketika cara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mencegah cedera kulit

Kenakan sarung tangan pelindung saat berkebun dan bekerja di luar ruangan. Kenakan lengan panjang dan celana panjang saat hiking. Hindari bertelanjang kaki di luar rumah. Kenakan bantalan pelindung pada siku dan lutut saat skating.

2. Obati luka kulit ringan segera

Bersihkan kotoran dengan lembut, cuci dengan sabun antibiotik, oleskan salep antibiotik dan tutup dengan perban bersih.

3. Cari pertolongan medis

Perhatian medis diperlukan untuk semua luka tusukan dalam dan gigitan binatang dan untuk semua luka dalam yang melibatkan persendian, tangan atau kaki.


Baca juga artikel terkait SELULITIS atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Alexander Haryanto
Infografik Instagram
DarkLight