Menuju konten utama

Kemensos Perkuat Layanan Penanganan Bencana Aceh, Sumut, Sumbar

Kemensos memperkuat penanganan banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan bantuan sembako, logistik darurat, serta operasional 31 dapur umum.

Kemensos Perkuat Layanan Penanganan Bencana Aceh, Sumut, Sumbar
Tim relawan menyalurkan bantuan dan dukungan logistik sebagai upaya memperkuat penanganan bencana di Sumatera. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial RI terus memperkuat layanan penanganan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui dukungan logistik, bantuan sembako, serta kolaborasi dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan. Bantuan ini menyasar pemenuhan kebutuhan dasar warga sekaligus menjaga keberlanjutan operasional dapur umum.

Sebanyak 31 dapur umum masih beroperasi di tiga provinsi dan melayani puluhan ribu warga terdampak. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa distribusi sembako dan manajemen dapur umum merupakan bagian penting dari penguatan layanan bencana.


“Kita terus berkoordinasi dengan BNPB dan bersama TNI, Polri, BPBD, serta relawan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Gus Ipul, Sabtu (6/11/2025).

Aceh menjadi prioritas dengan penyaluran 3.000 paket sembako yang difokuskan pada dua kabupaten:

  1. Aceh Timur

    • 2.000 paket sembako

    • Distribusi difokuskan ke desa-desa dengan genangan tinggi, akses terputus, dan wilayah yang masih bergantung pada suplai eksternal.

  2. Aceh Utara

    • 1.000 paket sembako

    • Pengiriman dilakukan melalui pendamping sosial, Tagana, dan relawan untuk menjangkau warga yang kehilangan stok pangan akibat luapan sungai.

Selain sembako, Aceh juga menerima perlengkapan kebersihan, tikar, selimut, serta logistik penunjang dapur umum yang memproduksi lebih dari 109 ribu porsi makanan per hari.

Di Sumatera Utara, bantuan diprioritaskan ke wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar seperti Langkat, Mandailing Natal, dan Sibolga. Dukungan meliputi:

  • Bahan pangan tambahan untuk dapur umum yang menghasilkan 21.110 porsi per hari.

  • Paket kebutuhan dasar bagi kelompok rentan (lansia, ibu, dan anak).

  • Logistik kedaruratan seperti perlengkapan kebersihan, alas tidur, dan kebutuhan mendesak di pos pengungsian.

Langkah ini memastikan suplai logistik tetap stabil sepanjang masa tanggap darurat.

Di Sumatera Barat, bantuan dipercepat menyusul surutnya banjir di beberapa titik. Fokus bantuan mencakup:

  • Penambahan stok pangan bagi warga yang masih bertahan di rumah terdampak.

  • Logistik pemulihan seperti terpal, tikar, perlengkapan keluarga, dan paket kebersihan.

  • Dukungan pangan pasca-operasional dapur umum, terutama di Agam dan Padang Pariaman.

Sebelumnya, dapur umum Kemensos di Sumbar menghasilkan 34.254 porsi makanan per hari pada puncak bencana.

Rangkaian intervensi ini menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada distribusi bantuan, tetapi memastikan warga kembali aman dan memiliki akses terhadap layanan dasar. Pendekatan dilakukan berlapis, mulai dari respons cepat, pemenuhan kebutuhan mendesak, hingga pendampingan kelompok rentan, agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis