Menuju konten utama

Kemenkop UKM Imbau UMKM Manfaatkan Teknologi Tembus Pasar Global

Pemerintah mengimbau pelaku UMKM untuk bisa memanfaatkan teknologi agar bisa masuk dan mampu bersaing di pasar global.

Kemenkop UKM Imbau UMKM Manfaatkan Teknologi Tembus Pasar Global
Penjaga stan menata produk tas hasil kerajinan tangan berbahan dasar kulit pada Pameran UMKM Indonesia Expo, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/9). Pameran yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 3 Oktober mendatang. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc/16.

tirto.id - Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Hanung Harimba Rachman mengungkapkan, pentingnya pemanfaatan teknologi di lingkungan UMKM agar dapat bersanding dengan pengusaha besar.

Pemerintah mengimbau pelaku UMKM untuk bisa memanfaatkan teknologi agar bisa masuk dan mampu bersaing di pasar global.

"UMKM sekarang barangnya tidak hanya barang minor, sudah banyak yang menguasai teknologi tapi masih belum semua. Maka perlu didorong agar seluruhnya sadar akan pentingnya teknologi. Dan industri besar jangan ragu lagi untuk menggandeng UMKM karena sudah banyak yang membuat inovasi yang luar biasa dan siap menghadapi pasar global," ujarnya dikutip Antara, Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Hanung mengatakan, pemerintah juga akan memfasilitasi melalui pelatihan-pelatihan yang mendukung kemampuan pelaku usaha sesuai dengan persaingan pasar global. Oleh karena itu, diharapkan UMKM dapat memperluas jangkauannya dan tidak hanya terpaku pada penjualan skala lokal.

Senada, Staf Khusus Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Kementerian Investasi/BKPM M Pradana Indraputra menilai UMKM perlu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka, khususnya agar UMKM mampu bersaing di pasar global.

Pradana juga mendorong kolaborasi antara investor atau usaha besar dengan UMKM agar terbangun ekosistem dan pembinaan bagi usaha kecil.

"Setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Bali kemarin, negara-negara anggota G20 sepakat untuk memasukkan UMKM ke dalam global supply chain, kemudian sepakat investor asing harus bekerja sama dengan UMKM di negara tujuan investasi. Selain itu, sejak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK), 40 persen anggaran pemerintah untuk UMKM yang merupakan suatu angin segar bagi kita semua," katanya.

Sejalan, Wakil Kepala Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anggawira menyampaikan sekarang sudah masuk ke era di mana teknologi berkembang begitu pesat.

Ia pun berpesan agar UMKM harus bisa naik level dengan masuk ke rantai pasok global. Ia memberi tips bahwa upaya awal bisa dilakukan dengan melakukan riset dan pengembangan terhadap usaha mereka.

"Sekarang pemerintah sudah memberikan banyak insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha dibandingkan saat saya memulai usaha di 15 tahun yang lalu. Jangan dilihat riset itu hal yang sulit. Bisa lihat di YouTube, website, dan platform lain yang bisa diakses dari handphone, asalkan ada internet," tutur Anggawira.

Baca juga artikel terkait PRODUK UMKM

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang