tirto.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan biaya perawatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang tempo hari disiram air keras oleh orang tak dikenal akan digratiskan. Korban kini tengah menjalani perawatan di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman.
"Ya digratiskan oleh Kemenkes," kata Aji kepada wartawan Tirto, Selasa (17/3/2026).
Aji menyatakan Kemenkes akan menggratiskan biaya kebutuhan medis dan perawatan Andrie hingga kembali pulih.
Kendati begitu, Kemenkes belum menginformasikan sumber pos anggaran yang digunakan untuk mengcover perawatan Andrie.
"Penanganan sesuai kebutuhan medis yang bersangkutan dan standar pelayanan hingga pulih kembali," ujar Aji.
Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan kondisi Andrie Yunus dalam keadaan stabil setelah menjalani serangkaian penanganan medis intensif usai disiram air keras oleh orang tak dikenal.
“Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa," kata pihak RSCM dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
RSCM memastikan penanganan medis terhadap Andrie terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan.
Pada pemeriksaan awal, Andrie didiagnosis mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan kimia. Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya sisi kanan termasuk mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.
Saat ini, Andrie menjalani perawatan di High Care Unit (HCU) luka bakar dengan pemantauan intensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim kegawatdaruratan.
Terapi yang diberikan mencakup perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.
“Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan,” tulis RSCM.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































