Kemendag Jelaskan Kenapa Harga Minyak Goreng Mahal

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 28 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kemendag menjelaskan harga minyak goreng melonjak imbas kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menyatakan harga minyak goreng di dalam negeri melonjak imbas kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia. Hal itu dijelaskan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan.

"Harga minyak goreng tetap mengikuti mekanisme pasar, saat ini harga minyak goreng sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO," kata Nurwan dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (28/10/2021).

Kemendag memastikan ketersediaan minyak goreng di tengah lonjakan harga selama beberapa waktu terakhir.

"Pemerintah akan memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri," kata Nurwan.

Dia mengatakan pemerintah terus memantau produsen dan pedagang agar tetap menjual minyak goreng sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Hal itu guna mencegah harga minyak goreng semakin membubung tinggi.

"Pemerintah akan memantau sesuai harga acuan khusus untuk minyak goreng kemasan sederhana sedangkan untuk kemasan lainnya tetap mengikuti mekanisme pasar," ujarnya.

Tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) menyebabkan lonjakan harga minyak goreng juga diamini Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga.

Faktor lainnya, menurut Sahat, yakni kurangnya pasokan bahan baku di pasar minyak nabati dan lemak secara global. Kekurangan pasokan itu akibat pandemi dan cuaca buruk.

Berdasarkan data panel harga Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, harga rata-rata minyak goreng secara nasional per 27 Oktober mencapai Rp16.230 per liter, meningkat Rp150 atau 0,93 persen dibandingkan hari sebelumnya. Harga minyak goreng paling tinggi di Provinsi Aceh Rp17.380 per liter dan paling rendah di Bengkulu Rp14.890 per liter.


Baca juga artikel terkait MINYAK GORENG atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight