Kapan Gerhana Bulan di Tahun 2022 Akan Terjadi di Indonesia?

Kontributor: Olivia Rianjani - 15 Mei 2022 10:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut LAPAN akan ada dua gerhana bulan di tahun 2022 dan salah satunya dapat disaksikan di Indonesia.
tirto.id - Lembaga Riset Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) telah merilis perkiraan kapan fenomena alam gerhana bulan total akan terjadi. Melansir laman resminya, tahun ini gerhana bulan akan terjadi dua kali dan salah satunya dapat disaksikan di Indonesia.

Kedua fenomena gerhana bulan tersebut akan terjadi pada tanggal 15/16 Mei 2022 dan 8 November 2022. Gerhana bulan total pada tanggal 16 Mei, puncak gerhana akan terjadi pada 16 Mei 2022 pukul 04.11.33 UT atau 11.11.33 WIB. Bagi beberapa wilayah di benua Amerika, puncak gerhana kali ini terjadi pada 15 Mei 2022.

Gerhana tersebut merupakan gerhana ke-34 dari 72 gerhana dalam siklus Saros 131. Magnitudo (lebar) maksimum gerhana ini mencapai 141,37 persen diameter bulan untuk umbra dan 237,26 persen diameter Bulan untuk penumbra. Titik pusat Bulan berada di 25,32 persen diameter umbra Bumi sebelah selatan titik pusat umbra Bumi.

Sayangnya, Gerhana bulan total ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena bulan sudah berada dibawah ufuk. Gerhana ini bertepatan pada Hari Raya Waisak 2566 Buddhist Era (BE) yang dimana detik-detik waisak terjadi saat purnama astronomis (nisfu) pertengahan syawal 1443 H yaitu pukul 11.14.10 WIB, 12.14.10 WITA, dan 13.14.10 WIT.

Namun, saat gerhana bulan terjadi pada 8 November mendatang, dapat disaksikan di Indonesia. LAPAN memperkirakan puncak gerhana ini akan terjadi pada pukul 10.59 UT atau 18.59 WIB.

Gerhana tersebut merupakan gerhana ke 20 dari 72 gerhana dalam siklus Saros 136. Magnitudo maksimum gerhana ini mencapai 135,89 persen diameter bulan untuk umbra dan 241,43 persen diameter Bulan untuk panumbra. Titik pusat bulan berada di 25,70 persen diameter umbra Bumi sebelah selatan titik pusat umbra Bumi.

Bagaimana terjadinya gerhana bulan?


Gerhana bulan adalah fenomena ketika sebagian atau seluruh permukaan Bulan tertutup bayangan Bumi. Menurut LAPAN, gerhana bulan terjadi ketika Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi.

Karena Bumi dan Bulan memiliki orbit yang sedikit miring satu sama lain, ini biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun ketika kemiringan orbit sejajar.

Adapaun gerhana bulan penumbra terjadi ketika bulan melewati bayangan bumi yang lebih terang. Karena bulan akan terlihat sedikit lebih gelap, jenis gerhana ini biasanya sulit untuk diperhatikan.

Ketika bulan melewati sebagian ke dalam umbra, atau bayangan yang lebih dalam, dari bumi, gerhana sebagian terjadi. Bulan tidak akan menjadi merah, namun "gigitan" gelap akan muncul di permukaan yang terlihat, mewakili bayangan Bumi.

Pada fenomena gerhana bulan total, maka posisi Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Bulan masuk seluruhnya ke dalam bayangan inti Bumi.

Penampakan fenomena gerhana bulan biasanya hanya terjadi selama beberapa menit saja. Namun, gerhana bulan dengan durasi paling lama pernah terjadi di Indonesia pada 28 Juli 2018. Saat itu, gerhana bulan sempat berlangsung selama 103 menit dan dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua.



Baca juga artikel terkait GERHANA BULAN atau tulisan menarik lainnya Olivia Rianjani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Olivia Rianjani
Penulis: Olivia Rianjani
Editor: Yonada Nancy

DarkLight