tirto.id - Kapan Idul Fitri 1447 H dirayakan di Arab Saudi? Apakah Lebaran 2026 di negara tersebut terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026? Ataukah pada Sabtu, 21 Maret 2026?
Pergantian bulan dari Ramadhan menuju Syawal menandai berakhirnya kewajiban puasa sekaligus dimulainya perayaan Idul Fitri. Di Arab Saudi, penentuan 1 Syawal umumnya mengacu pada kalender Umm al-Qura, yang kemudian dikonfirmasi melalui hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) secara langsung.
Penetapan kapan Idul Fitri 1447 H penting karena kalender kamariah (lunar) memiliki selisih durasi dengan kalender syamsiah, yang lebih umum dipakai. Ini menyebabkan perayaan Idul Fitri bergeser sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahunnya jika dicocokkan dengan penanggalan Masehi.
Oleh karena itu, menentukan 1 Syawal 1447 H, seperti halnya awal Ramadhan, memerlukan perhitungan hisab yang akurat. Selain itu, bagi yang mengutamakan rukyatul hilal, hisab ini perlu ditambah dengan verifikasi faktual melalui metode mengamati hilal pada hari yang dianggap sebagai hari terakhir bulan sebelumnya.
Terkait Syawal 1447 H, di Indonesia, Muhammadiyah melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Artinya, bulan Ramadhan 1447 H versi Muhammadiyah genap 30 hari. Pasalnya, awal puasa organisasi tersebut mulai 18 Februari 2026 lalu.
Sementara itu, Pemerintah dan Nahdlatul Ulama menggunakan metode berbeda. NU mengutamakan rukyatul hilal, dengan hisab sebagai pedoman awal. Pemerintah, melalui Kemenag RI, menggabungkan kedua metode ini, dengan prinsip yang sama. Setelah ada hisab, pembuktiannya dilakukan dengan rukyatul hilal
Kemenag akan melakukan Sidang Isbat penentuan kapan I Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026. Hasil pantauan hilal akan dijadikan landasan, apakah Idul Fitri tahun ini jatuh pada 20 Maret atau 21 Maret 2026.
Lalu, bagaimana dengan masyarakat muslim di negara-negara Arab? Kapan 1 Syawal 2026 di negara-negara Arab? Apakah Lebaran 2026 di Arab Saudi berlangsung pada 20 atau 21 Maret 2026?
Prediksi 1 Syawal 2026 di Negara-Negara Arab
Negara-negara Arab memulai puasa tahun ini pada tanggal yang berbeda. Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Palestina, Irak, Yaman, dan Lebanon menjalani Ramadhan sejak 18 Februari 2026. Sementara itu, Oman, Yordania, Suriah, Turki, juga negara-negara ASEAN memulai bulan puasa pada 19 Februari. Lantas bagaimana dengan Idul Fitri?
Melansir laman Gulf News (17/2/2026), Idul Fitri 2026 di UEA diperkirakan akan terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026. Penjelasan mengenai kapan Idul Fitri 2026 di negara-negara Arab ini turut dijelaskan secara astronomis.
Menurut informasi dari laman Astronomy Center (6/3/2026), negara-negara yang memulai Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 akan mengamati hilal Idul Fitri pada Rabu, 18 Maret 2026. Sementara itu, negara-negara yang memulai Ramadhan pada 19 Februari 2026 akan mengamati hilal Idul Fitri pada Kamis, 19 Maret 2026.
Namun demikian, negara-negara yang akan mengamati hilal pada 18 Maret 2026 akan mustahil untuk melihatnya pada hari itu. Pasalnya, bulan akan terbenam sebelum matahari dan konjungsi akan terjadi setelah matahari terbenam. Maka, mereka seharusnya menyelesaikan Ramadhan selama 30 hari sehingga Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026.
Sementara itu, bagi negara-negara yang akan mengamati bulan sabit pada Kamis, 19 Maret 2026, penampakan bulan sabit mustahil dilihat dari bagian timur dunia. Bulan sabit akan tampak samar-samar jika menggunakan teleskop dari Asia barat dan Afrika tengah serta utara.
Bulan sabit akan sangat sulit dilihat dengan mata telanjang dari Eropa barat dan Afrika barat. Kemudian, bulan sabit akan relatif mudah terlihat oleh mata telanjang dari sebagian besar Amerika Utara.
Dengan begitu, diperkirakan bahwa sebagian besar negara-negara yang memulai Ramadhan sejak 19 Februari 2026 akan menyatakan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Namun, mengingat adanya kesulitan melihat bulan sabit pada Kamis, 19 Maret 2026, terutama di timur dan tengah, diperkirakan sejumlah negara akan menyatakan bahwa bulan sabit tidak terlihat pada hari itu. Maka, Idul Fitri 1447 di negara-negara tersebut, jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Di UEA, yakni tepatnya di Abu Dhabi, pada Kamis, 19 Maret 2026, bulan terbenam 29 menit setelah matahari terbenam. Usianya adalah 14 jam 12 menit dan jaraknya dari matahari adalah 6,6 derajat. Kemudian, bulan hanya dapat dilihat dengan susah payah menggunakan teleskop dan dalam kondisi atmosfer yang benar-benar jernih.
Sementara itu, di Amman dan Yerusalem, bulan terbenam 36 menit setelah matahari terbenam dan usianya 15 jam 7 menit. Jaraknya dari matahari adalah 7,3 derajat dan bulan hanya dapat dilihat dengan teleskop jika atmosfer cerah.
Hal yang hampir sama juga terjadi di Kairo. Bulan terbenam 35 menit setelah matahari terbenam dan usianya 15 jam 19 menit. Jaraknya dari matahari adalah 8,6 derajat dan bulan hanya dapat dilihat dengan teleskop jika atmosfer cerah.
Adapun di Riyadh, bulan terbenam 30 menit setelah matahari terbenam dan usianya 14 jam 38 menit. Jaraknya dari matahari adalah 6,9 derajat. Sulit untuk melihatnya dengan menggunakan teleskop dan dalam kondisi atmosfer yang benar-benar jernih.
Arab Saudi Lebaran Tanggal 20 atau 21 Maret 2026?
Menurut informasi dari laman Astronomy Center (6/3/2026), di Riyadh, Arab Saudi, posisi bulan sabit pada Kamis, 19 Maret 2026 yakni bulan terbenam 30 menit setelah matahari terbenam. Usianya 14 jam 38 menit dan jaraknya dari matahari adalah 6,9 derajat. Disebutkan pula bahwa sulit untuk melihatnya hanya dengan menggunakan teleskop dan dalam kondisi atmosfer yang benar-benar jernih.
Direktur Pusat Astronomi Internasional, Mohammed Shawkat Odeh, menunjukkan bahwa nilai terendah yang tercatat untuk bulan sabit yang berhasil dilihat dengan mata telanjang adalah waktu tunda 29 menit setelah matahari terbenam. Adapun usia bulan yakni 15 jam 33 menit dan pemisahan sudut sebesar 7,6 derajat.
Namun, Odeh menjelaskan bahwa durasi, usia, atau jarak sudut bulan yang melebihi nilai-nilai tersebut tidak cukup untuk membuatnya terlihat. Visibilitas bulan sabit bergantung pada faktor-faktor yang saling terkait yang harus dipertimbangkan bersama, seperti jarak sudutnya dari matahari dan jaraknya dari cakrawala.
Arab Saudi sendiri telah memulai Ramadhan 1447 H sejak 18 Februari 2026. Artinya, kemungkinan besar Idul Fitri 1447 H versi mereka jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Hal tersebut sesuai dengan penjelasan bahwa negara-negara yang memulai Ramadhan pada 18 Februari 2026 akan mustahil melihat hilal pada 18 Maret 2026. Sebab, bulan akan terbenam sebelum matahari dan konjungsi akan terjadi setelah matahari terbenam. Otomatis, Ramadhan akan digenapkan jadi 30 hari.
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Lebaran 2026 melalui tautan ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































