Menuju konten utama

KAI akan Tutup Perlintasan Liar Dikelola Ormas Tanpa Kompromi

Bobby mengatakan, penutupan perlintasan sebidang liar itu akan dilakukan bersama-sama dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub.

KAI akan Tutup Perlintasan Liar Dikelola Ormas Tanpa Kompromi
Bobby Rasyidin. wikimedia/PT LEN Industri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa KAI akan melakukan penutupan terhadap palang perlintasan sebidang yang dikelola secara tidak resmi.

Menurut Bobby, penertiban akan dilakukan tanpa pandang bulu, bahkan termasuk kepada palang perlintasan sebidang yang dikelola oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Seperti yang saya sampaikan tadi, selama itu tidak memenuhi syarat-syarat untuk menjamin keselamatan, maka kami harus tutup. Apakah menutup itu dengan jalur hukum, maka kami akan tempuh,” kata Bobby kepada para wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).

Ia mengatakan, penutupan perlintasan sebidang liar itu akan dilakukan bersama-sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Bobby juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuat perlintasan sebidang liar. Sebab, perlintasan sebidang liar disebutnya mengganggu visabilitas dari masinis.

Selain itu, perlintasan bidang liar juga tidak memiliki sistem sensor dalam portalnya, seperti yang dimiliki oleh palang perlintasan bidang resmi.

“Jika ada perlintasan-perlintasan yang sudah dijaga, sudah dipasang alatnya, jangan dilanggar. Yang ditutup, yang kami sudah tutup karena tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi,” sebutnya.

Hingga saat ini, KAI mencatat setidaknya ada 1.800 perlintasan bidang yang tergolong tidak resmi atau liar. Untuk menjamin keselamatan di perlintasan bidang itu, ia mengatakan akan ada pembangunan flyover maupun palang bersistem.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, tidak ada toleransi, tidak ada kompromi. Kita sudah lihat, sedikit saja aspek keselamatan terganggu, sedemikian banyak korban yang berjatuhan. Maka kami hanya akan melihat memenuhi persyaratan apa tidak. Jika tidak memenuhi persyaratan maka kami akan tutup,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KERETA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher