tirto.id - Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah mewakili Gubernur Kalimantan Tengah membuka secara resmi Konferensi Wilayah (Konferwil) II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Kegiatan yang mengusung agenda pertanggungjawaban dan pemilihan nahkoda baru ini berlangsung di Hotel Luwansa, Palangka Raya, Senin (22/12/2025).
Plt. Kadis Kominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, saat membacakan pesan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa kehadiran AMSI di Bumi Tambun Bungai memiliki arti yang sangat strategis. Di tengah arus informasi digital yang melaju cepat, media siber dituntut menjadi penyaring sekaligus pemberi edukasi bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyadari sepenuhnya bahwa media bukan sekadar penyampai berita, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan daerah,” tuturnya merujuk keterangan resmi pada Selasa (23/12/2025).
“Tantangan kita ke depan adalah memerangi berita bohong (hoaks) yang dapat memecah belah persatuan. Media di bawah naungan AMSI harus menjadi pemberi warna yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab. Saya mendorong media lokal untuk bertransformasi secara sehat, baik dari sisi bisnis maupun konten, agar mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya menekankan pentingnya menjaga marwah jurnalistik di tengah ancaman disinformasi.
Sementara itu, Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika, dalam arahannya memberikan peringatan penting (wake up call) bagi seluruh pengelola media siber. Ia menyoroti perubahan algoritma global yang membuat ketergantungan pada SEO dan Google tidak lagi relevan sebagai sumber utama lalu lintas pembaca.
“Media tidak bisa lagi hanya bekerja melayani mesin atau sekadar mengejar apa yang ramai di mesin pencari. Saat ini, 20 persen kunjungan ke situs web bukan lagi berasal dari manusia, melainkan bot AI yang mengambil data kita. Ini adalah momentum bagi kita untuk kembali ke roh jurnalisme, yakni verifikasi, konfirmasi, dan otentisitas informasi,” ungkap Wahyu.
"Kembalilah pada apa yang penting bagi masyarakat, bukan sekadar berburu klik (clickbait). Konten yang unik, autentik, dan kredibel adalah masa depan bisnis media,” imbuhnya.
Ketua AMSI Wilayah Kalimantan Tengah, Hairil Supriadi, dalam laporannya menjelaskan bahwa Konferwil II ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas program kerja yang telah dijalankan selama tiga tahun terakhir. Ia berharap kepengurusan periode 2025–2028 dapat melahirkan ide-ide segar untuk meningkatkan mutu bisnis media.
“Fokus AMSI adalah membina perusahaan medianya agar manajerial dan bisnisnya sehat. Jika perusahaan media sehat, profesionalisme pers akan terjaga. Kami juga berharap ke depan dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, Kominfo, dan Kepolisian untuk membentuk ‘Komite Digital’ seperti di daerah lain guna memastikan ekosistem informasi di Kalimantan Tengah bersih dari hoaks,” jelas Hairil.
Acara ini dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran pengurus AMSI Pusat, kepala perangkat daerah terkait, serta para pimpinan media siber dan jurnalis se-Kalimantan Tengah.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis