tirto.id -
Walaupun surplus, kinerja ekspor impor Indonesia masih tercatat melambat. Nilai ekspor Indonesia pada September 2022 mengalami penurunan sebesar 10,99 persen dibandingkan Agustus 2022. Pada bulan lalu, total eskpor Indonesia hanya mencapai 24,80 miliar dolar AS.
Sementara nilai impor September 2022 juga turun sebesar 10,58 persen dibandingkan Agustus 2022. Nilai impor pada September tercatat hanya 19,81 miliar dolar AS.
Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan, Ajib Hamdani menilai, perlambatan terhadap ekspor impor Indonesia disebabkan karena kegiatan ekonomi global sedang mengalami konstraksi secara umum.
"Sehingga tercatat transaksi banyak komoditas migas maupun nonmigas mengalami penyesuaian," kata Ajib kepada Tirto, Selasa (18/10/2022).
Merujuk data BPS, ekspor migas turun 21,41 persen dari 1,69 miliar dolar AS menjadi 1,33 miliar dolar AS. Sedangkan nonmigas turun 10,31 persen, dari 26,18 miliar dolar AS ke jadi 23,48 miliar dolar AS.
Lalu BPS juga mencatat, impor migas impor turun 7,44 persen dari 3,70 miliar dolar AS ke 3,43 dolar AS di September. Sedangkan untuk impor nonmigas turun 11,21 persen, dari 18,45 miliar dolar AS ke 16,38 dolar AS.
Lebih lanjut, Ajib mengatakan, perlambatan ini juga terjadi lantaran pemerintah sedang fokus transformasi ekonomi dengan lebih banyak melakukan pengolahan hilirisasi. Menurutnya, untuk jangka panjang hal ini akan memperkuat ekonomi nasional.
"Tetapi untuk jangka pendek akan membuat konstraksi kegiatan ekspor impor," pungkasnya.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang