Menuju konten utama

Kader Demokrat akan Turun ke Jalan Kawal Putusan PK Moeldoko

SBY akan menjadi jaminan aksi turun ke jalan kader Demokrat se-Indonesia mengawal putusan PK kubu Moeldoko di MA.

Kader Demokrat akan Turun ke Jalan Kawal Putusan PK Moeldoko
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) berjalan bersama Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan (kiri) saat menghadiri pembekalan Anggota Legislatif Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

tirto.id - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengungkapkan kader partainya dari sejumlah daerah akan melakukan aksi turun ke jalan menyambut putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung yang diajukan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

PK tersebut akan menentukan apakah Partai Demokrat akan dikuasai Moeldoko atau tetap berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.

Saat dikonfirmasi mengenai waktu pelaksanaan, Hinca enggan menyampaikan. Namun dia memberi informasi bahwa aksi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat di bulan ini.

"Belum. Yang terpenting dalam waktu dekat nanti kita lihat," kata Hinca di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (14/6/2023).

Hinca mengklaim bahwa aksi ini digalang oleh massa akar rumput Partai Demokrat, bukan dari konsolidasi pengurus pusat Partai Demokrat. Sehingga, Hinca menyampaikan bahwa pihaknya hanya bertugas menyambut kader-kader dari sejumlah wilayah di Indonesia.

"Begini, Partai Demokrat memiliki kader yang militan dari atas sampai bawah. Sehingga cerita-cerita yang muncul di publik bisa sedemikian rupa menggerakkan hati mereka untuk melakukan sesuatu yang bisa digunakan untuk membela partainya," jelasnya.

Dirinya menjamin bahwa aksi Partai Demokrat yang akan turun ke jalan akan dilakukan secara demokratis dan tidak ada aksi vandalisme. Hinca menyebut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai jaminan atas berjalannya aksi secara damai, bahkan SBY disebut bakal ikut turun aksi, karena merasa tindakan yang dilakukan Moeldoko melanggar etika demokrasi.

"Oleh karena itu Pak SBY sebagai orang yang mengerti demokrasi dan pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun juga merasa bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan. Sebagai ketua majelis tinggi dan senior yang kami hormati, dia akan bersedia untuk turun ke jalan bersama dengan kami yang ada di bawah ini," tegasnya.

Dia mengungkapkan bahwa aksi turun ke jalan Partai Demokrat sudah disampaikan kepada partai politik di Senayan. Respons mereka mendukung dan memberi apresiasi kepada Demokrat.

"Mereka menyambut baik dan mendukung visi misi kita. Kita boleh bertengkar satu rumah, tapi tidak boleh ada orang luar mengambil yang ada di dalam sedang bertengkar," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK DEMOKRAT atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Politik
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Bayu Septianto