Jusuf Kalla Minta BTP Tak Masuk TKN, Ma'ruf Amin: Bagus Sarannya

Oleh: Felix Nathaniel - 13 Februari 2019
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai saran JK agar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) tak masuk dalam TKN sudah sesuai.
tirto.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa Basuki Tjahaja Purnama alias BTP tak perlu bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 kali ini. Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai saran dari JK sudah sesuai.

Meski demikian, Ma’ruf tak menjelaskan mengapa dia menganggap saran dari JK terkait BTP terbilang bagus.

Dalam kasus penistaaan agama yang menyeret BTP atau Ahok, saat peristiwa itu terjadi, Ma'ruf Amin sebagai Ketua MUI waktu itu meneken sikap keagamaan MUI tentang kasus Ahok yang menilai Ahok sebagai penghina Alquran dan ulama. Fatwa itu keluar di tengah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

“Saya kira bagus sarannya Pak JK itu ya bagus saja,” kata Ma’ruf di Bursa Efek Indonesia, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

JK yang juga menjadi Ketua Dewan Pengarah TKN menyebut bergabungnya BTP ke tim sukses paslon nomor urut 01 malah bisa berdampak kontraproduktif. Dia meyakini elektabilitas paslon malah bisa menjadi turun.


"Kalau saya ditanya sebagai Ketua Dewan Pengarah, jangan. Alasannya bahwa bisa berakibat lagi orang mengingat ini Pak Jokowi didukung orang yang penista agama. Kan bahaya itu, bisa mengurangi suara lagi," kata JK kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (12/2/2019) seperti dikutip dari Antara.

JK memandang, dukungan bisa bertambah dari kelompok orang yang memang mendukung BTP. Namun hasil sebaliknya bisa dituai dari kelompok yang sakit hati pada kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Tentu ada yang nambah, ada yang tergerus. Bagi Ahoker, tentu mungkin menambah; tapi bagi yang konsisten dengan apa yang terjadi kepada Ahok, tentu tidak mau milih (Jokowi-Ma'ruf)," ucap JK lagi.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri