Jokowi Tak Ingin Libur Natal dan Tahun Baru Picu Gelombang COVID-19

Oleh: Andrian Pratama Taher - 26 Oktober 2021
Survei pemerintah menyebut 19,9 juta orang akan mudik saat libur Natal dan tahun baru 2022.
tirto.id - Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemerintah daerah untuk menekan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat saat libur Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Jokowi tak ingin libur natal dan tahun baru memicu gelombang ketiga COVID-19 seperti tahun sebelumnya. Hal itu ia sampaikan saat memberikan pengarahan kepaada kepala daerah se-Indonesia secara daring, Senin (25/10/2021).

"Saya minta betul-betul dikelola, diatur, sehingga natal dan tahun baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," kata Jokowi dalam keterangan resmi dari Biro Pers dan Media Istana, Selasa (26/10/2021).

Kekhawatiran itu didasarkan pada survei pemerintah yang menyebut 19,9 juta orang akan mudik saat libur Natal dan tahun baru. Jokowi menilai angka tersebut sangat besar.

"Ini lah yang harus kita antisipasi. Semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana," tegasnya.

Jokowi mendorong seluruh forum komunikasi pimpinan daerah untuk memitigasi potensi mobilitas masyarakat saat Natal dan tahun baru. Ia menerima masukan dari sejumlah epidemiolog yang menyatakan momen itu berpotensi memicu gelombang ketiga COVID-19.

"Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara detail sesuai kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak. Itu yang harus terus kita jaga," tutur Jokowi.



Baca juga artikel terkait GELOMBANG KETIGA COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight