Menuju konten utama

Waspadai Potensi Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Natal & Tahun Baru

Gelombang ketiga COVID-19 saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Indonesia berpotensi terjadi.

Waspadai Potensi Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Natal & Tahun Baru
Kendaraan mengantre di Gerbang Tol Cikampek Utama 1 di Karawang menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

tirto.id - Meskipun kasus Corona di Indonesia mulai menurun, namun seluruh pihak harus tetap mewaspadai potensi gelombang ketiga COVID-19 saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 mendatang. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kami mengimbau agar seluruh masyarakat patuh karena kita masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan gelombang ketiga yang terjadi pada Natal dan Tahun Baru yang akan datang, kita harus berhati-hati," tandas Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan keterangan pers terkait Evaluasi PPKM, Senin (18/10/2021).

Kegiatan-kegiatan masyarakat yang dilakukan saat pandemi, imbuh Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi perhatian dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Hendaknya segala aktivitas tersebut tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan tentu saja menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 juga telah mengingatkan agar peningkatan mobilitas yang tinggi saat perayaan hari besar keagamaan di Indonesia tidak terulang lagi, termasuk pada peringatan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 nanti.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito menyebut bahwa terdapat potensi bakal terjadi gelombang ketiga COVID-19 saat akhir tahun nanti, selain juga karena adanya perubahan cuaca.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi Desember karena di situlah Nataru (Natal dan Tahun Baru), di situlah pergantian cuaca. Ini yang menjadi ancaman peningkatan COVID-19,” kata Ganip Warsito dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan COVID-19, Minggu (17/10/202).

Gelombang Ketiga COVID-19 di Indonesia Bisa Saja Terjadi

Sikap waspada terhadap potensi terjadinya gelombang ketiga COVID-19 disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. Menurutnya, hal tersebut sangat mungkin terjadi.

"Apakah gelombang ketiga itu mungkin terjadi? Tentu kita berharap jangan sampai terjadi. Namun kenyataannya dari data sekarang ini kondisi itu amat mungkin terjadi," ujar Zubairi Djoerban dilansir Antara, Senin (18/10/2021).

Meskipun saat ini jumlah kasus COVID-19 di Indonesia menurun, namun Zubairi Djoerban tetap mewanti-wanti kepada semua pihak untuk mewaspadai terjadi gelombang ketiga, terlebih ada beberapa klaster yang bisa memicu hal tersebut.

"Sekarang ini kondisi Indonesia sedang bagus sekali, ya benar bagus sekali. Sekarang ini positivity rate turun di bawah 3 persen, rata-rata Indonesia rendah sekali. Jakarta lebih lagi kurang dari 1 persen, tepatnya 0,8 persen," kata Zubairi Djoerban.

"Kita sudah mulai buka sekolah tatap muka dan ternyata menyebabkan beberapa klaster. Kemudian kita tahu PON Papua walaupun sebagian besar yang terinfeksi itu sembuh," imbuhnya.

Zubairi Djoerban juga menyoroti mobilitas masyarakat yang tetap bepergian ke tempat wisata meskipun pandemi COVID-19 di Indonesia belum berakhir.

"Bayangin saja yang ke puncak banyak sekali, bahkan ada keluarga yang mengubah bentuk mobilnya menjadi seperti ambulans supaya bisa lolos dari skrining polisi," sebut Zubairi Djoerban.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait GELOMBANG KETIGA COVID-19 atau tulisan lainnya dari Iswara N Raditya

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Yantina Debora