Menuju konten utama

Jubir COVID-19 Sebut Subvarian Omicron XBB Lebih Cepat Menular

Jubir COVID-19 Reisa Broto Asmoro mencatat penularan subvarian XBB di Singapura lebih cepat 0,79 kali dibanding gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2.

Jubir COVID-19 Sebut Subvarian Omicron XBB Lebih Cepat Menular
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro melakukan sesi wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (8/6/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

tirto.id - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan subvarian Omicron XBB lebih cepat menular. Ia menekankan Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap XBB agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus COVID-19.

“Apabila kita melihat gelombang XBB di Singapura, ternyata lebih cepat menular 0,79 kali dibandingkan gelombang varian BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,” kata Reisa dalam konferensi pers daring, Kamis (27/10/2022).

Menurut Reisa, kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia hampir selalu terjadi usai munculnya varian baru.

“Meski demikian, kita berharap kalau ada kenaikan kasus akan tetap masih dapat terkendali seperti subvarian Omicron lainnya,” kata dia.

Reisa mencatat 24 negara tengah mengalami kenaikan jumlah kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini banyak dikaitkan dengan adanya varian XBB atau subvarian Omicron strain BA.2.10 yang merupakan mutasi dari subvarian Omicron strain BA.2.

Reisa menerangkan bahwa XBB pertama kali diidentifikasi pada Agustus lalu. XBB merupakan salah satu dari beberapa subvarian utama yang telah berevolusi dari varian dasar Omicron.

Gejala yang ditimbulkan oleh XBB ini kurang lebih masih sama dengan subvarian Omicron lainnya. Menurut Reisa, infeksi XBB dari segi fatalitasnya atau angka kematiannya lebih rendah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), gejala XBB yang dikeluhkan pasien antara lain demam, merasa kedinginan, batuk, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, diare, dan sesak napas.

“Oleh karena itu, kita harus waspada apalagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa varian XBB ini sudah masuk dan ditemukan di Indonesia,” kata Reisa.

Sejak 26 September-25 Oktober 2022, tercatat ada empat kasus terkonfirmasi COVID-19 varian XBB di Indonesia. Keenam pasien tersebut telah selesai masa isolasi mandiri (isoman) dan dinyatakan sembuh.

“Sedangkan pada empat pasien di Indonesia tersebut, gejala yang dirasakan oleh mereka adalah batuk dan pilek saja. Sehingga dapat dinilai bahwa gejala yang ditimbulkan umumnya ringan,” kata dia.

Baca juga artikel terkait VARIAN XBB atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan