STOP PRESS! Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh Pada Hari Minggu

Jokowi Sebut Investasi Arab Saudi Kurang Signifikan

Jokowi Sebut Investasi Arab Saudi Kurang Signifikan
Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.
15 April, 2017 dibaca normal 0:30 menit
Indonesia perlu melakukan introspeksi dan pembenahan dalam memberikan kemudahan bisnis yang dinilai masih kurang signifikan.
tirto.id - Presiden Joko Widodo mengatakan untuk meningkatkan jumlah investasi dari negara lain termasuk Arab Saudi, Indonesia perlu melakukan introspeksi dan pembenahan dalam memberikan kemudahan bisnis yang dinilai masih kurang signifikan.

"Tetapi apapun, memang investasi di Tiongkok lebih besar. Itu harus menjadi instrospeksi kita, koreksi kita, mengapa kita tidak bisa meraih dengan jumlah yang lebih besar," kata Jokowi usai meresmikan Masjid Hasyim Asy'ari di Jakarta, Sabtu (15/4/2017) terkait nilai investasi Arab Saudi di Indonesia, seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan bahwa Arab Saudi, saat Raja Salman mengunjungi Indonesia, sepakat menanamkan modalnya di Indonesia sebesar Rp89 triliun. Jumlah itu dinilai kurang signifikan bila dibanding investasi Arab Saudi di China yang hampir mencapai Rp870 triliun.

Kendati demikian, Presiden menjelaskan justru hal tersebut akan menjadi masukan bagi Indonesia untuk membenahi kemudahan berbisnis dan kepastian hukum bagi investor di Tanah Air.

"Kalau kita sudah siap, investasi kita gede-gede, kalau ada keyakinan ya pasti akan lebih gede di tempat kita dibanding negara lain," tegas Jokowi.

Saat mengunjungi Pondok Buntet Pesantren pada Kamis (13/4/2017) untuk menghadiri Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2017, Presiden menceritakan beberapa hal yang dibahas dengan Raja Salman.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa negara-negara lain terkejut oleh luas dan kekayaan sumber daya alam serta suku-budaya di Indonesia.

Baca juga artikel terkait INVESTASI ASING atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - adr/adr)

Keyword