Menuju konten utama
Pertemuan IMF-World Bank

Jokowi Sebut Delegasi IMF Beli Makan Sendiri, Fahri: Enggak Mungkin

Menurut Fahri, pernyataan Jokowi menunjukkan kurangnya informasi yang diberikan para pembantunya.

Jokowi Sebut Delegasi IMF Beli Makan Sendiri, Fahri: Enggak Mungkin
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

tirto.id - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah meragukan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan 15.000 delegasi pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018 bayar biaya hotel dan makan dengan uang sendiri.

Menurut Fahri, pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah tentu menyediakan keperluan akomodasi setiap delegasi yang hadir. Apalagi, menurutnya, acara ini bertaraf internasional.

"Orang jam sidangnya segala macam itu kan tetap. Enggak mungkin orang habis rapat disuruh beli nasi uduk di luar hotel. Kan itu enggak mungkin," kata Fahri, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

Fahri menilai, pernyataan Jokowi itu menunjukkan kurangnya informasi yang diberikan para pembantu presiden soal teknis penyelenggaraan acara. "Presiden tidak boleh salah ngomong. Nanti dituduh bohong sama orang," kata Fahri.

Maka, menurut Fahri, jika terpilih kembali, Jokowi perlu memecat orang-orang yang menjadi pembantunya saat ini.

"Buang semua tim ini. Ini tim yang enggak bermanfaat. Enggak bikin presiden tampak canggih. Ya kalau menang ya? Kalau enggak menang mau gimana," kata Fahri.

Kemarin, seperti dilansir Setkab.go.id, Jokowi menyatakan saat ini sudah ada 15.000 delegasi yang datang. Ia pun membantah anggaran besar pertemuan tahunan IMF-WB adalah pemborosan.

"Annual Meeting sebesar itu 15.000 (orang) yang datang jadi rebutan semua negara, karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu,” kata Jokowi usai menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Sumut, Senin (8/10/2018) pagi.

Jokowi mengatakan, anggaran tersebut dipakai untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, dipakai untuk membuat terowongan, persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet.

“Artinya, itu juga akan kita gunakan terus, terowongan dan appron untuk parkir bandara akan kita gunakan terus bukan sesuatu yang hilang,” ujar Jokowi.

Jokowi pun menegaskan, bahwa mereka itu membiayai dirinya sendiri. “Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri,” ucap Jokowi.

Baca juga artikel terkait PERTEMUAN IMF atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Ekonomi
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Alexander Haryanto