Menuju konten utama

Jenazah Pendaki Brazil Jatuh di Rinjani Dipulangkan Malam Ini

Jenazah Juliana Marins telah diserahkan ke Yayasan Antar Bangsa yang akan mengurus pemberangkatan jenazah Juliana ke Brazil.

Jenazah Pendaki Brazil Jatuh di Rinjani Dipulangkan Malam Ini
Proses penjemputan jenazah Juliana Marins dari Rumah Sakit Bali Mandara yang dilakukan oleh Polda Bali dan Yayasan Antar Bangsa, Senin (30/06/2025). tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Jenazah Juliana Marins akan dipulangkan ke negaranya pada ETD (estimated time departure) 00.35 dini hari, Selasa (01/07/2025), melalui penerbangan kargo di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Juliana merupakan pendaki asal Brazil yang tewas akibat terjatuh ke dalam jurang di Kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (21/06/2025).

Kepala Bidang (Kabid) Penunjang Non-Medik Rumah Sakit Bali Mandara, Ellien Christiansen Nainggolan, mengatakan bahwa jenazah Juliana telah diserahkan kepada Yayasan Antar Bangsa. Yayasan tersebut yang akan mengurus pemberangkatan jenazah Juliana ke Brazil.

"Kami di Rumah Sakit Bali Mandara menyerahkan jenazah (Juliana) ke Yayasan Antar Bangsa. Jenazah berangkat di pukul 12.00 WITA ke bandara," ungkap Ellien saat ditemui wartawan Rumah Sakit Bali Mandara, Senin (30/06/2025).

Saat pemberangkatan, jenazah tidak didampingi pihak keluarga dan hanya dibersamai oleh Konsulat Brazil di Bali. Semenjak tiba di Rumah Sakit Bali Mandara pada Kamis (26/06/2025) malam, jenazah Juliana diinapkan di ruang jenazah. Pada pukul 12.00 WITA, jenazah diberangkatkan menuju kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai menggunakan ambulans dengan dikawal oleh Polda Bali.

Setelah diberangkatkan dari Bali pada Selasa (01/07/2025) dini hari, jenazah diperkirakan akan tiba di Dubai untuk transit pada pukul 05.35 waktu setempat. Jenazah akan kembali diberangkatkan pada Rabu (02/07/2025) ke Rio de Janeiro, Brazil pukul 08.05 waktu setempat dan tiba di tujuan pada pukul 15.50 waktu setempat di hari yang sama.

Diberitakan sebelumnya, Juliana Marins terjatuh ke dalam jurang sedalam 600 meter di Kawasan Gunung Rinjani. Juliana meninggal dunia akibat luka parah dan pendarahan akibat benturan keras di sekujur tubuhnya.

Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bali Mandara, Ida Bagus Putu Alit, mengatakan luka terparah terletak di bagian dada, terutama daerah dada bagian belakang dan punggung. Luka tersebut yang merusak organ-organ di dalamnya.

Selain itu, terjadi akumulasi pengaruh kekerasan dari benturan dalam tubuh Juliana akibat terjatuh. Meskipun demikian, tubuh Juliana utuh dan tidak ada bagian yang terfragmentasi.

Baca juga artikel terkait PENDAKI GUNUNG RINJANI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah