Menuju konten utama

Isi Pantun Butet Kartaredjasa yang Disebut Hina Jokowi

Budayawan Butet Kartaredjasa dilaporkan ke kepolisian buntut dari pantun yang dibacakan dalam kampanye Ganjar-Mahfud. Simak isi pantun itu di bawah ini.

Isi Pantun Butet Kartaredjasa yang Disebut Hina Jokowi
Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media saat jumpa pers pementasan teater berlakon 'Para Pensiunan' di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/12/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

tirto.id - Relawan Jokowi DIY melaporkan budayawan Butet Kartaredjasa ke Polda DIY pada Selasa (30/1/2024). Pelaporan itu menyangkut isi pantun Butet yang disebut menghina Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo) DIY, Aris Widyartanto, melayangkan laporan terhadap Butet Kartaredjasa ke kepolisian. Aris melandasi laporan itu pada ucapan Butet dalam acara kampanye paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud, di Wates, Kulon Progo pada Minggu (28/1/2024).

Menurut Aris, Butet Kartaredjasa terbukti melakukan penghinaan kepada Jokowi berdasarkan video yang beredar. Aris menilai bahwa apa yang dilakukan Butet sejatinya tidak elok. Terlebih, Butet merupakan seorang budayawan tanah air.

Aris beranggapan kegiatan kampanye di Pilpres 2024 seharusnya dilakukan secara santun. Program paslon setidaknya lebih ditonjolkan dalam acara kampanye. Ia pun bakal memberi contoh kepada Butet untuk membuat kampanye yang menyejukkan.

Laporan Aris Widyartanto kepada Butet Kartaredjasa turut dikawal oleh Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi TKD Prabowo-Gibran, yaitu Romi Habie. Romi mengatakan pengaduan Butet didasarkan pada dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

Pelaporan kepada Butet Kartaredjasa telah masuk ke meja polisi pada Selasa, 30 Januari 2024, dengan nomor: LP/B/114/1/2024/SPKT Polda DIY. Butet dijerat dengan UU No. 1 Tahun 1946 pasal 135 tentang KUHP.

Isi Pantun Butet Kartaredjasa yang Disebut Hina Jokowi

Berikut adalah isi pantun Butet Kartaredjasa yang dibacakan pada Minggu (28/1/2024) di Wates, Kulon Progo dan disebut menghina Jokowi:

Ada kucing nggondol iwak bawal

Aku marah tak lempar sandal

Jokowi maunya revolusi mental

Tapi gagal terjungkal-jungkal

Kucingnya kabur kakinya pincang

Ingin terbang tak bisa melayang

Ngakali survei supaya menang

Pun jika menang karena main curang

Satu satu aku sayang ibu

Dua dua aku sayang ayah

Untunglah jokower merasa ketipu

Penampilannya lugu ternyata licik ngakali mahkamah

Wong edan gondal gandul tanpo cawat

Bagi mereka, tuanku adalah konglomerat

Totkaca tulangnya besi, ototnya kawat

Bagi Ganjar Mahfud, tuanku adalah rakyat

Di sini, ning Kulon Progo, makanan tradisional geblek namanya

Ning Bantul namanya geplak

Seharusnya kita hormati yang memimpin negara

Tapi maaf kita muak karena dia memihak

Di sini keselamatan negara dijaga Megawati

Di sana sembako wira wiri dibagi Jokowi

Padahal sembakonya itu milik kita, duit pajak rakyat, membangun negara, suog

Di sini kita konsisten berdemokrasi

Di sana mereka ramai-ramai mengkhianati konstitusi

Kulon Progo bangga punya bandara, melengkapi Jogja yang istimewa

Kita semua berkumpul di sini diikat tali jiwa, terutama Ganjar Mahfud gelorakan Revolusi Cinta

Tanggapan Istana Tentang Penghinaan kepada Jokowi

Setelah ramai terkait dugaan penghinaan Butet Kartaredjasa kepada Jokowi, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana angkat bicara. Ia menyatakan bahwa orang nomor satu di RI itu sudah sering menerima sindiran.

Sindiran kepada Jokowi tidak hanya datang dari satu orang, tetapi juga sejumlah pihak. Menurut Ari Dwipayana, Jokowi cenderung biasa saja dalam menyikapi sindiran tersebut.

"Sudah sering Pak Jokowi terima sindiran," kata Ari Dwipayana, dikutip dari laman Antaranews.

Sejak 2014, lanjut Ari, Jokowi telah menerima banyak hal. Ini meliputi kabar bohong, hoaks, ujaran kebencian, hingga fitnah. Namun demikian, Jokowi tak menunjukkan sikap yang berlebihan terhadap hal tersebut.

"Banyak hal dari 2014 kan, hoaks, ujaran kebencian, bahkan hal lain, fitnah, tapi bapak selama ini biasa-biasa saja," beber Ari.

Sebelumnya, Butet Kartaredjasa memang tampil untuk berorasi dan membacakan pantun dalam kampanye Ganjar-Mahfud di Alun-Alun Wates, Kulon Progo, DIY. Butet menyebut adanya "tukang ngintil" alias tukang mengikuti setiap Ganjar Pranowo melakukan pergerakan kampanye.

Butet kemudian membaca pantun yang menyebut-nyebut nama Jokowi dan mendukung paslon Ganjar-Mahfud. Budayawan asal Bantul itu menyampaikan pantun tersebut di hadapan massa kampanye.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Ahmad Yasin

tirto.id - Politik
Kontributor: Ahmad Yasin
Penulis: Ahmad Yasin
Editor: Iswara N Raditya