Insto Gandeng Jakarta Eye Center Gelar Edukasi Soal Kesehatan Mata

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 13 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
INSTO menggelar edukasi soal kesehatan mata bertajuk BUKA MATA BUKA INSTO".
tirto.id - INSTO brand tetes bekerja sama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk "BUKA MATA BUKA INSTO".

Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11-15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.

Sebuah data mencatat, prevalensi mata kering di dunia tercatat sekitar 20-50 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa mata kering merupakan permasalahan kesehatan yang bertumbuh secara signifikan di seluruh dunia.

Sebelumnya, mata kering disebabkan oleh sejumlah faktor pendorong seperti degeneratif, ketidakstabilan hormon dan penggunaan obat-obatan.

Namun demikian, gaya hidup seperti kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko mata kering.

Permasalahan mata kering menjadi dekat dengan masyarakat Indonesia karena rata-rata masyarakat Indonesia mengakses internet menggunakan perangkat elektroniknya selama 8 jam 36 menit per hari.

Weitarsa Hendarto, VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar mengatakan, "Sebagai salah satu brand keluaran Combiphar, perusahaan consumer healthcare terkemuka, INSTO senantiasa ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan ‘Championing a Healthy Tomorrow’. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kampanye Buka Mata Buka INSTO, sebuah inisiasi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai permasalahan mata kering."

"Meski kadang dianggap sepele karena dianggap hanya menimbulkan perasaan tidak nyaman, permasalahan mata kering yang tidak ditangani dengan baik dapat mengurangi produktivitas,” ujar Weitarsa dalam rilis yang diterima Tirto, Jumat (13/9/2019).

Sebuah data dari Universitas Alabama, menyatakan bahwa masalah penglihatan yang tidak terkoreksi (salah satunya mata kering) dapat mengurangi produktivitas hingga 29 persen.

Pada kondisi tertentu, permasalahan mata kering yang diabaikan dapat menurunkan kualitas pada hidup.

Dr. Nina Asrini Noor, Sp.M menjelaskan, “Mata kering merupakan kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata yang ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari air mata menjadi tidak stabil, peningkatan kekentalan air mata, hingga kerusakan atau peradangan pada permukaan mata."

"Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata lelah dan kering. Karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata. Membaca buku dan mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering,” tangkasnya.

Figur publik yang dikenal sebagai penulis, pemain film serta content creator, Raditya Dika bercerita pengalaman permasalahan mata kering yang pernah dialaminya.

“Sehari – hari saya menghabiskan waktu sekitar 12 jam untuk menatap layar gawai, baik smartphone maupun laptop, akibatnya mata terasa perih. Belakangan saya baru tahu bahwa bukan menggunakan gawai dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kondisi mata kering. Ternyata karena saya lupa berkedip. Makanya saya senang sekali nih bisa terlibat dalam program BUKA MATA BUKA INSTO. Dengan memahami gejala mata kering, serta cara mengatasi mata kering, kita bisa tetap nyaman melakukan berbagai hal yang kita senangi, mulai dari browsing, ngedit video, baca buku dan pastinya tetap produktif.”


Baca juga artikel terkait INSTO atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Marketing)

Sumber: pers rilis
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight