Menuju konten utama

Info Saham IPO yang akan Datang 2026, Apa Saja?

Cek perkiraan perusahaan yang akan IPO pada 2026, dari perbankan hingga logistik dan infrastruktur. Ketahui cara cek info perusahaan yang IPO.

Info Saham IPO yang akan Datang 2026, Apa Saja?
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.

tirto.id - Sejumlah perusahaan diperkirakan akan membuka penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) menarget 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO pada 2026. Sedangkan, setidaknya dua perusahaan mercusuar (lighthouse company) akan melantai pada Kuartal I 2026.

Sebelumnya sepanjang 2025, terdapat 26 emiten yang melangsungkan IPO. Jumlah tersebut masih di bawah target BEI, yakni 45 perusahaan IPO pada 2025. Walakin, fundraise justru meningkat menjadi Rp 18 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara, BEI mampu melampaui target IPO perusahaan mercusuar alias kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun pada 2025. Selama tahun itu, terdapat 6 perusahaan mercusuar, dari target hanya 5.

Info Saham IPO yang akan Datang 2026

BEI menargetkan 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO sepanjang 2026, seturut Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, mengungkapkan, 2 perusahaan lighthouse siap melantai pada Kuartal I 2026.

Lighthouse ada dua. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining [tambang],” ujar Nyoman dalam Seremoni Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (30/12/2025).

Selain itu, hingga Desember 2025, terdapat setidaknya 9 perusahaan yang berada dalam pipeline alias antrean untuk melangsungkan IPO pada 2026.

Sembilan perusahaan ini berada dalam kategori bervariasi seturut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2017 Tahun 2017 tentang Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.

Merujuk regulasi itu, sejumlah 6 perusahaan dalam pipeline masuk kategori skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar, 1 perusahaan aset skala menengah rentang Rp50 miliar-Rp250 miliar, serta dua perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.

Lalu dari sektornya, 3 perusahaan dari sektor keuangan, 2 perusahaan dari sektor material dasar, 1 perusahaan dari sektor energi, 1 perusahaan sektor industri, 1 perusahaan dari sektor teknologi, serta perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

Perkiraan Daftar Saham IPO 2026 Apa Saja?

Bank DKI menjadi salah satu yang diperkirakan akan melantai di bursa pada 2026. Jauh-jauh hari, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Mei 2025 tetah memberi sinyal itu. Hall tersebut juga telah dibahas dalam pertemuan Pemprov DKI Jakarta dengan OJK.

"Kemarin kami kedatangan tamu OJK bersama dengan Bank DKI, salah satunya adalah membahas tentang hal tersebut (pengantongan izin OJK bagi Bank DKI untuk IPO)," kata Pramono pada 15 Mei 2025, dikutip dari ANTARA.

OJK sendiri telah merestui Bank DKI untuk melangsungkan IPO. OJK juga mendorong bank untuk terus memberikan nilai tambah strategis bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan mendukung pendalaman pasar keuangan.

"Salah satunya dengan melakukan penawaran umum perdana saham guna memperkuat permodalan dalam rangka pertumbuhan bisnis, meningkatkan transparansi dan tata kelola dengan status perusahaan terbuka," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK saat itu, Dian Ediana Rae, dikutip dari ANTARA pada Mei 2025.

Kendati begitu, IPO dari Bank DKI tampaknya tak akan terjadi dalam waktu dekat. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, pada Desember 2025, mengungkapkan bahwa Bank DKI tidak termasuk dalam pipeline terbaru untuk IPO.

Perusahaan lain yang disebut-sebut bakal IPO pada 2026 ialah Titan Infra Sejahtera. Sejak lama perusahaan logistik dan infrastruktur dengan bisnis batubara yang beroperasi di Sumatera Selatan ini memberi sinyal untuk melantai di bursa. Pada 2024, Titan Infra Sejahtera sempat mengungkap bakal melepas 10 persen sahamnya.

Perusahaan dengan bisnis inti hilirisasi nikel dan bahan baku baterai EV, Neo Energy, juga dikabarkan akan melangsungkan IPO. Raksasa baterai asal Cina, Gotion High-Tech, disebut-sebut akan menjadi mitra strategis dan standby buyer dalam IPO ini.

Cara Cek Info Saham IPO 2026

Daftar perusahaan yang melantai atau IPO pada 2026 dapat dipantau secara berkala. Cek info perusahaan yang IPO melalui tautan di bawah ini:

Cara Cek Info Saham IPO 2026

Informasi lain terkait saham, bisa pembaca dapatkan melalui kumpulan tulisan Tirto.id. Cek selengkapnya dengan klik tautan ini.

Baca juga artikel terkait SAHAM atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Addi M Idhom