tirto.id - Aksi demonstrasi akan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Aceh hari ini, Jumat (3/7/2026). Seruan aksi bertajuk #AcehPerluBantuanNegara akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB di Simpang Surabaya dan Kantor Gubernur Aceh.
Dalam unggahan di akun Instagram @bemui_official pada 2 Juli 2026, BEM UI mengajak mahasiswa, masyarakat sipil, dan seluruh elemen rakyat Indonesia untuk turun ke jalan menyuarakan tuntutan terkait kondisi masyarakat Aceh yang hingga kini masih menghadapi dampak setelah bencana banjir bandang di Sumatra.
Delapan bulan setelah peristiwa tersebut, proses pemulihan belum berjalan secara optimal. Sejumlah wilayah masih mengalami kerusakan infrastruktur yang signifikan, mulai dari rumah-rumah warga yang belum dibangun kembali, fasilitas pendidikan yang belum dapat berfungsi secara maksimal, hingga lahan perkebunan yang rusak sehingga mengganggu mata pencaharian masyarakat.
Kondisi tersebut membuat warga belum memperoleh bantuan yang memadai serta belum merasakan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Info Demo BEM UI di Aceh, Lokasi, dan Rute Alternatif
Berikut informasi lengkap demo BEM UI di Aceh hari ini, Jumat, 3 Juli 2026:
- Pukul: 14.00 WIB
- Titik Kumpul: Stadion H. Dimurthala, Jalan Stadion H. Dimurthala, Kota Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh
- Titik Aksi:
- Simpang Surabaya: Jalan Medan - Banda Aceh, Lamseupeung, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh
- Kantor Gubernur Aceh: Jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh
Rute Alternatif
Berdasarkan pengalaman pengaturan lalu lintas pada aksi unjuk rasa serupa yang berlangsung pada Mei 2026 dengan titik aksi di depan Kantor Gubernur Aceh, Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi.Contraflow dilakukan dengan memanfaatkan sebagian lajur jalan yang biasanya digunakan untuk kendaraan dari arah berlawanan sehingga kendaraan tetap dapat melintas meskipun sebagian badan jalan digunakan untuk pengamanan aksi.
Dalam rekayasa tersebut, jalur dari arah Masjid Oman menuju Kantor Gubernur Aceh ditutup sementara secara total. Penutupan dilakukan karena ruas jalan tersebut berada tepat di area yang digunakan sebagai lokasi konsentrasi massa aksi dan menjadi bagian dari zona pengamanan aparat kepolisian.
Dengan penutupan ini, kendaraan yang hendak menuju kawasan Kantor Gubernur melalui jalur tersebut tidak dapat melintas dan diarahkan untuk menggunakan jalan alternatif yang telah disiapkan oleh petugas di lapangan.
Arus kendaraan dari Simpang Mesra menuju RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) tetap dipertahankan dengan menerapkan contraflow. Melalui pengaturan ini, kendaraan dari arah Simpang Mesra dialihkan menggunakan sebagian lajur yang biasanya dipakai kendaraan dari arah berlawanan sehingga lalu lintas menuju kawasan rumah sakit tetap dapat berlangsung.
Berdasarkan pola pengamanan pada aksi sebelumnya, pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan di sekitar kawasan Kantor Gubernur Aceh umumnya disarankan menghindari ruas jalan yang menjadi lokasi aksi dan memilih jalur alternatif lain hingga kegiatan selesai.
Namun, perlu dicatat bahwa pola rekayasa lalu lintas tersebut hanya mengacu pada pengalaman demonstrasi pada Mei 2026 dengan titik aksi yang sama. Pengaturan lalu lintas pada aksi hari ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi di lapangan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































