Menuju konten utama
Indeks Saham Indonesia

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Berikut Rekomendasi Analis

Posisi IHSG hari ini diperkirakan berada pada rentang 6.636 sampai dengaan 6.741.

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Berikut Rekomendasi Analis
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/1/2023).ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (9/1/2023). Posisi IHSG hari ini diperkirakan berada pada rentang 6.636 sampai dengan 6.741.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan, pola gerak IHSG terlihat mengalami teknikal rebound pasca berada dalam tekanan pada beberapa waktu sebelumnya.

Namun potensi koreksi wajar masih harus diwaspadai mengingat adanya gelombang capital uotflow yang terjadi secara year to date serta masih terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah.

Sedangkan masih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia turut menjadi penopang pergerakan IHSG hingga saat ini.

“Sehingga IHSG masih akan cenderung bergerak sideways hingga beberapa waktu mendatang," kata dia.

Berikut ini beberapa rekomendasi dari Yugen Bertumbuh Sekuritas, untuk saham-saham berpotensi dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya adalah:

- SMGR

- UNVR

- BBCA

- INDF

- ASII

- BSDE

- AKRA

Sementara itu, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani juga rekomendasikan saham milik AGII. Menurutnya AGII masih menarik dicermati dengan target buy 1.960, target price 2.020, dan stop loss <1.910.

"Ditutup di atas MA 5, volume stabil, stochastic di area overbought dan MACD bar histogram dalam momentum bearish terbatas, berpotensi menguat," ujarnya.

Kenaikan harga natural gas menjadi katalis positif untuk AGII. AGII tercatat mampu meningkatkan kinerjanya per kuartal III-2022 penjualan lebih tinggi 17,6 persen dibanding periode 9 bulan pertama 2019 lalu (pra pandemi), dan laba bersih per kuartal III-2022 meningkat 20,3 persen dibanding capaian pada kuartal III-2019 yang hanya tercatat Rp508,27 miliar.

AGII menargetkan pertumbuhan penjualan 2-3 kali lebih tinggi di tahun depan seiring kebutuhan gas meningkat, dan membidik kenaikan EBITDA 32 persen - 34 persen.

Selain, AGII, dia juga rekomendasikan saham milik CAMP. CAMP masih menarik dikoleksi dengan target buy 318, target price 328, dan stop loss<310.

"CAMP bergerak dalam fase bullish jangka pendek, volume menguat signifikan, stochastic pada area overbought dan MACD bar histogram dalam momentum positif," jelasnya.

Kinerja CAMP pada akhir September 2022 lalu mencatat peningkatan, laba bersih tumbuh 28,62 persen YoY menjadi sebesar Rp81,73 miliar. Laba meningkat seiring dengan kenaikan penjualan menjadi Rp858,73 miliar.

“Untuk menjaga pertumbuhan kinerja, CAMP berupaya untuk efisiensi beban dan terus melakukan inovasi produk," jelasnya.

Disclaimer:Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz