tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.08 WIB, IHSG turun sekitar 16 poin ke level 5.357,965.
Pada awal perdagangan, sebanyak 355 saham menguat, 155 saham melemah, dan 199 saham stagnan.
IHSG bergerak dalam rentang 5.356,990 hingga 5.385,638. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.487,390 triliun.
Aktivitas perdagangan mencatatkan volume 2,054 miliar saham dengan frekuensi 124.045 kali transaksi. Adapun nilai transaksi mencapai Rp696,432 miliar.
Bina Artha Sekuritas mencatat IHSG melemah 1,22 persen ke level 5.373,094 pada penutupan perdagangan Senin (26/10/2026). Meski terkoreksi, IHSG dinilai berpeluang mengalami pemulihan atau rebound karena koreksi tidak menembus level 5.320 dan indeks ditutup di atas garis simple moving average (SMA) 5.
Dengan kondisi tersebut, tren kenaikan yang terbentuk pada pekan sebelumnya berpeluang berlanjut pada pekan ini. Bina Artha memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak menuju level 5.561.
Level support IHSG berada di 5.185, 4.972, dan 4.767. Sementara itu, level resistance berada di 5.561, 5.716, dan 5.936. Indikator moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan kondisi netral.
Rekomendasi Saham BMRI, BRPT, dan INCO
Bina Artha Sekuritas turut memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor. Berikut analisis teknikal dan rekomendasi untuk saham BMRI, BRPT, dan INCO.
1. Bank Mandiri (BMRI)
BMRI ditutup melemah di level Rp3.960 pada 14 Oktober 2026. Saham ini berpeluang menguji resistance berikutnya di level Rp4.130 apabila harga penutupan harian mampu bertahan di atas Rp3.900.
Indikator MACD menunjukkan sinyal golden cross. Bina Artha merekomendasikan hold atau buy on weakness pada rentang Rp3.490-Rp3.570, dengan target harga terdekat Rp4.130.
2. Barito Pacific (BRPT)
BRPT ditutup melemah di level Rp1.510 pada 25 September 2026. Saham ini telah menembus level fraktal Rp1.495, yang mengindikasikan potensi perubahan tren.
BRPT diperkirakan akan mengalami pengujian ulang atau retest, setidaknya hingga level Rp1.320, sebelum berpotensi melanjutkan tren kenaikan. Indikator MACD menunjukkan momentum bullish.
Bina Artha merekomendasikan buy on weakness pada rentang Rp1.280-Rp1.340, dengan target harga terdekat Rp1.650.
3. Vale Indonesia (INCO)
INCO ditutup melemah di level Rp3.620 pada 19 Oktober 2026. Saham ini diperkirakan memasuki fase retest apabila grafik harian masih bergerak di bawah garis SMA 20.
Indikator MACD menunjukkan kondisi netral. Bina Artha merekomendasikan buy on weakness pada rentang Rp3.410-Rp3.570, dengan target harga terdekat Rp3.920.
===
Catatan Redaksi: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Investor diharapkan melakukan riset mandiri (do your own research/DYOR) dengan mempertimbangkan profil risiko dan kondisi keuangan masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































