Menuju konten utama

Danantara Tambah Investasi di Bursa, Ungkap Strategi Pilih Saham

Danantara menyiapkan tambahan investasi di bursa dengan nilai setara penempatan sebelumnya. Pemilihan saham diserahkan ke mitra investasi profesional.

Danantara Tambah Investasi di Bursa, Ungkap Strategi Pilih Saham
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp162 triliun yang berfokus pada proyek pembangkit energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, dan desalinasi air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury menyatakan, Danantara menyiapkan tambahan dana untuk investasi di pasar saham domestik dengan nilai yang kurang lebih setara dengan dana yang telah ditempatkan sebelumnya.

Namun, Danantara tidak memilih sendiri saham yang akan dibeli. Lembaga pengelola investasi tersebut menggandeng mitra investasi di pasar domestik maupun global untuk menentukan instrumen dan mengambil keputusan investasi.

“Cara kita berinvestasi di public investment, we don't stock picking. We hire the partners, baik itu di global maupun juga di local market, we pick partners. Yang nanti mereka lah yang akan melakukan investasi,” ujar Pahala di kantor Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Pahala, mekanisme tersebut juga menjadi cara Danantara menghindari pemilihan saham secara langsung (stock picking). Mitra investasi yang ditunjuk akan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan profesional mereka.

“Kita siap to be able to deploy. Sekarang ini kan kita sudah sempat kemarin deploy cukup besar di market local. Tetapi yang kita akan deploy almost similar to the amount that we have actually been deploying so far,” katanya.

Pahala belum bersedia mengungkapkan nilai pasti dana yang telah ditempatkan Danantara di pasar saham domestik maupun besaran nominal tambahan investasi yang disiapkan. Ia hanya menyebut nilai investasi berikutnya diperkirakan kurang lebih sama dengan penempatan sebelumnya.

“So that is all that we can say,” ujarnya.

Sebelum menunjuk mitra investasi, Danantara melakukan proses uji tuntas (due diligence) untuk menilai kemampuan dan rekam jejak calon mitra. Penilaian tersebut mencakup kinerja investasi historis, pengalaman, komposisi tim, strategi investasi, hingga proses pengambilan keputusan.

Pahala menegaskan, rekam jejak dan kinerja historis menjadi pertimbangan utama dalam menentukan mitra. Danantara juga mengevaluasi pengalaman tim pengelola serta strategi investasi yang ditawarkan, termasuk untuk penempatan dana di pasar saham.

“Track record, historical performance itu adalah punya weighting yang paling-paling-paling utama buat kita. Tetapi bukan semua itu kan bagaimana teamnya mereka,” kata Pahala.

Ia menambahkan, mitra investasi Danantara tidak terbatas pada perusahaan lokal. Lembaga tersebut juga terbuka bekerja sama dengan pengelola investasi asing, baik untuk penempatan dana di Indonesia maupun di luar negeri, sepanjang memiliki rekam jejak dan kinerja yang dinilai sesuai.

Selain investasi di pasar saham, Pahala menyebut Danantara juga melakukan investasi tidak langsung pada ekuitas swasta (indirect private equity) dan kredit swasta (indirect private credit).

Strategi tersebut merupakan bagian dari pendekatan Danantara dalam mengalokasikan modal melalui pengelola investasi profesional. Dengan mekanisme ini, keputusan investasi dijalankan oleh mitra yang telah melalui proses seleksi dan uji tuntas Danantara.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana