tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.429,798 pada perdagangan Senin (26/10/2026) pagi. Mengutip RTI Business pukul 09.02 WIB, indeks turun 9,460 poin atau sebesar 0,17 persen.
Laju IHSG didorong oleh 276 saham yang dibuka menguat, 178 saham dibuka melemah, dan 243 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.
Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 5.429,516 hingga 5.449,347, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp9.607,477 triliun.
Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 1,091 miliar saham berpindah tangan melalui 72.519 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp421,911 miliar.
Bina Artha Sekuritas melaporkan, IHSG menguat 0.95% di level 5439.258 pada akhir perdagangan 23 Oktober 2026.
IHSG telah naik selama lima hari berturut-turut dengan sinyal bearish divergence yang terlihat pada chart 5 menit, menandakan adanya potensi untuk segera melakukan retest, yang diperkirakan masih menjadi bagian dari wave IV yang belum usai.
Ada penyesuaian asumsi struktur wave pada chart terbaru, sehingga level resisten berdasarkan analisis Fibonacci retracement juga mengalami pergeseran. Level support IHSG berada di 5185, 4972 dan 4767, sementara level resisten berada di 5561, 5716 dan 5936. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
AMRT, Daily (1045) (ROE: 20.08%; PER: 10.71x; EPS: 97.54; PBV: 2.15x; Beta: -0.19): AMRT ditutup melemah di level 1045 pada 23 Oktober 2026. AMRT berpotensi mengawali pembalikan tren jika harga melanjutkan kenaikan hingga menembus di atas level 1190 sebagai resisten Fibonacci krusial. Selama tidak ada koreksi di bawah 950, higher low akan terlihat pada chart sebagai indikasi dari tren naik.
Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish. HOLD atau BUY ON WEAKNESS pada rentang harga 870 – 900 dengan target harga terdekat di 1180.
ASII, Daily (4550) (ROE: 8.47%; PER: 7.35x; EPS: 619.17; PBV: 0.62x; Beta: -0.08): ASII ditutup menguat di level 4550 pada 23 Oktober 2026. ASII akan menandai terjadinya perubahan tren jika harga mampu menembus di atas fraktal 4920. Selain itu, higher low di atas support Fibonacci 4010 akan menjadi tanda lain daripada perubahan tren. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral. HOLD dengan target harga terdekat di 4920.
PGEO, Daily (1025) (ROE: 7.50%; PER: 15.69x; EPS: 65.35; PBV: 1.18x; Beta: -0.75): PGEO ditutup menguat di level 1025 pada 23 Oktober 2026. PGEO telah menandai adanya perubahan tren dengan ditembusnya fraktal 1015 pada hari Kamis.
Sekalipun terjadi retest, jika harga masih di atas 850, maka higher low sebagai konfirmasi tren naik akan terlihat pada chart. Indikator MACD menunjukkan sinyal golden cross. BUY ON WEAKNESS pada rentang harga 900 – 940 dengan target harga terdekat di 1070.
TLKM, Daily (2240) (ROE: 15.16%; PER: 10.44x; EPS: 214.47; PBV: 1.58x; Beta: 0.15): TLKM ditutup menguat di level 2240 pada 23 Oktober 2026. TLKM diperkirakan dapat mengalami koreksi sejenak sebelum kembali naik dan menembus di atas resisten fraktal 2340.
Idealnya, koreksi dapat mencapai 1940, asalkan tidak berlanjut ke bawah 1835. Indikator MACD menunjukkan sinyal golden cross. HOLD or BUY ON WEAKNESS pada rentang harga 1850 – 1950 dengan target harga terdekat di 2340.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





































