Menuju konten utama

Ketua OJK Mengaku Belum Istirahat Sejak Jumat Imbas IHSG Anjlok

Friderica berkata pascakontraksi yang melanda bursa Jumat lalu, pergerakan IHSG hari ini berangsur membaik dan menunjukkan penguatan kembali.

Ketua OJK Mengaku Belum Istirahat Sejak Jumat Imbas IHSG Anjlok
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengaku dirinya belum beristirahat sejak Jumat pekan lalu menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hal tersebut disampaikan Friderica ketika menghadiri Ijtima' Sanawi bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) di Hotel Grand Mercure, Selasa (20/10/2026).

"Saya dari hari Jumat, Sabtu, Minggu, sampai sekarang ini belum istirahat. Tapi, alhamdulillah, saya ke sini semangat karena banyak yang doanya mustajab di ruangan ini," ujar Friderica merespons Ketua DSN MUI, Cholil Nafis, dan Sekretaris DSN MUI, Buya Amirsyah Tambunan.

Menurut Friderica, pascakontraksi yang melanda bursa Jumat lalu, pergerakan IHSG hari ini berangsur membaik dan menunjukkan penguatan kembali. Ia menegaskan, OJK terus menggeber reformasi pasar modal secara menyeluruh, mulai dari penguatan aspek integritas, keterbukaan, hingga penegakan hukum.

Ia meminta para investor pasar modal Indonesia untuk mampu membedakan antara sentimen sesaat dan kondisi fundamental ekonomi. Kata Friderica, fundamental pasar modal Indonesia saat ini masih terbilang tangguh.

"Pada kuartal-II 2026, laporan kinerja emiten secara pendapatan dan laba mengalami peningkatan. Secara kapitalisasi pasar, jumlah emiten tercatat hingga rasio price to earnings saat ini sangat menarik. Modalitas kita sangat kuat dan modal ekonomi Indonesia solid," terang Friderica.

Jumat pekan lalu, IHSG anjlok hingga sebesar 11,57 persen yang memicu kepanikan pelaku pasar. Hal ini didorong oleh usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana mengklasifikasikan ulang pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama