Menuju konten utama

IHSG Menguat 1,53 Persen ke Level 5.072 pada Perdagangan Pagi

Laju IHSG didorong oleh 415 saham yang dibuka menguat, 278 saham dibuka melemah, dan 85 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

IHSG Menguat 1,53 Persen ke Level 5.072 pada Perdagangan Pagi
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). IHSG pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup menguat 100,12 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.401,89 dikarenakan pelaku pasar merespons target disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2027. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 5.072,866 pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.16 WIB, indeks naik 76,257 poin atau sebesar 1,53 persen.

Laju IHSG didorong oleh 415 saham yang dibuka menguat, 278 saham dibuka melemah, dan 85 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 4.980,163 hingga 5.143,335, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp8.962,138 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 17,488 miliar saham berpindah tangan melalui 536.279 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp7,561 triliun.

Bina Artha Sekuritas menyampaikan, IHSG melemah 3.64 persen di level 4996.609 pada akhir perdagangan 19 Oktober 2026. IHSG hampir mencapai 200 persen proyeksi Fibonacci dari subwave I, yakni di 4737, sebagai perkiraan target subwave iii dari wave v yang diperkirakan masih belum berakhir.

Apabila penutupan mingguan IHSG masih di level 4737 atau lebih tinggi, maka diharapkan dapat terjadi rebound, meskipun rebound ini bersifat terbatas. Level support IHSG berada di 4900, 4767 dan 4629, sementara level resisten berada di 5068, 5167 dan 5328. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

INCO, Daily (3620) (ROE: 6.98%; PER: 10.63x; EPS: 340.55; PBV: 0.74x; Beta: 1.07): INCO ditutup melemah di level 3620 pada 19 Oktober 2026. INCO berpotensi melanjutkan tren turun menuju 2900 jika harga mulai menembus di bawah support Fibonacci terdekat di level 3130. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish. BUY ON WEAKNESS pada rentang harga 3150 – 3300 dengan target harga terdekat di 3750.

JPFA, Daily (1645) (ROE: 21.93%; PER: 3.90x; EPS: 422.19; PBV: 0.85x; Beta: 0.19):

JPFA ditutup melemah di level 1645 pada 19 Oktober 2026. JPFA bergerak dalam tren turun jangka menengah yang menguji support Fibonacci di level 1605. Rebound diperkirakan terjadi jika support tersebut tetap bertahan. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish. HOLD atau SPECULATIVE BUY pada rentang harga 1610 – 1630 dengan target harga terdekat di 1895.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher