Menuju konten utama

IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.645 di Akhir Pekan

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 261 saham menguat, 265 melemah dan 191 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.645 di Akhir Pekan
Pekerja mengangkut kursi di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini ditutup naik 1,18 persen atau 97,41 poin ke 8.329,61 setelah dua hari perdagangan sebelumnya sempat mengalami trading halt. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 7.645,805 pada pembukaan perdagangan Jumat (17/4/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.15 WIB, indeks mengalami peningkatan 7,5 poin atau sebesar 0,10 persen.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 261 saham menguat, 265 melemah dan 191 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 7.613.431 hingga 7.659,338 sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13.633 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 5,9 miliar saham berpindah tangan melalui 365.253 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp1,9 triliun.

Analisis saham dari Binaartha Sekuritas,

melihat bahwa IHSG melemah 0,68 persen di level 7.623.586 pada akhir perdagangan 15 April 2026.

IHSG mengindikasikan terjadinya false break terhadap resisten Fibonacci karena level penutupan hari Rabu masih berada di bawah 7.677. Tren naik jangka pendek dari IHSG bisa saja berlanjut ke 7.814-7.856, asalkan tidak turun di bawah support minor 7.488.

Level support IHSG berada di 7.488, 7.255, 7.057 dan 6.838, sementara level resistennya di 7.856, 8.000 dan 8.111. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher