Ibu Kota Pindah, Properti di Jakarta Diprediksi Tetap Tumbuh

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 2 Jun 2022 11:56 WIB
Hasilnya 73 persen responden optimistis pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak akan berdampak terhadap pertumbuhan pasar properti di Jakarta.
tirto.id - Knight Frank Indonesia melakukan survei terkait pasar properti di Indonesia pada April 2022. Hasilnya 73 persen responden optimistis pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tidak akan berdampak terhadap pertumbuhan pasar properti di Jakarta, khususnya dari segi harga.

"54 persen responden juga menilai hal tersebut tidak akan berpengaruh negatif terhadap tingkat okupansi properti di Jakarta," kata Country Head Konsultan Properti Knight Frank Indonesia, Willson Kalip dalam keterangan resmi, Kamis (2/6/2022).

Sektor properti di Jakarta, tercatat tidak akan terpengaruhnya jumlah pasokan sebesar 68 persen ataupun permintaan sebesar 63 persen properti. Tak hanya itu, sektor residensial dan perkantoran juga diprediksi akan terbangun paling awal di pengembangan IKN.

Fasilitas logistik dan industri, hotel, serta ritel juga dinilai perlu dibangun pada tahapan awal. Indonesia Property Survey juga mencatat beberapa kota lain yang berpotensi untuk investasi properti 3-5 tahun kedepan.

Penajam Paser Utara, sebagai calon IKN, juga termasuk sebagai salah satu kota yang potensial untuk investasi properti oleh 16 persen responden.

"Pengembangan IKN diprediksi tidak akan berpengaruh signifikan dalam jangka pendek terhadap pertumbuhan properti di Jakarta, baik dalam sisi pasokan, permintaan, harga, maupun tingkat hunian. Kawasan Jabodetabek, khususnya Jakarta, akan tetap menjadi poros untuk beragam kegiatan bisnis dan investasi properti," imbuhnya.



Baca juga artikel terkait PROPERTI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight