Menuju konten utama

Helikopter Dikerahkan untuk Salurkan Bantuan ke Lebak Banten

Kecamatan Lebak Gedong terisolir akibat bencana banjir dan tanah longsor. Bantuan hanya bisa disalurkan lewat jalur udara.

Helikopter Dikerahkan untuk Salurkan Bantuan ke Lebak Banten
Sejumlah warga mengungsi di tempat yang lebih aman dari pergerakan longsor di Kampung Muhara, Lebak, Banten, Sabtu (4/1/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/ama.

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengerahkan helikopter untuk menyalurkan bantuan ke daerah yang terisolir akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong.

"Kemarin Bupati Iti Octavia Jayabaya mendistribusikan bantuan logistik ke pemukiman yang terisolir, yakni Kampung Cigobang dan Gunung Julang, menggunakan jalur udara," kata Kepala Pelaksana BPDB Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi Antara, Senin (06/01/2019).

Banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Lebak pada Rabu (01/01/2019) membuat beberapa daerah permukiman warga di Kecamatan Lebak Gedong sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

BPBD Lebak mendistribusikan bantuan seperti beras, makanan siap saji, susu, air dalam kemasan, tikar, pakaian, dan selimut kepada korban bencana di daerah yang terisolir melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami berterima kasih kepada Bapak Doni Monardo sebagai Kepala BNPB yang menyiagakan satu helikopter untuk pendistribusian logistik ke lokasi terisolir," kata Kaprawi.

Dia memastikan saat ini warga di daerah yang terisolir akibat banjir sudah menerima bantuan.

Kaprawi mengimbau warga mewaspadai kemungkinan banjir susulan mengingat hingga 10 hari ke depan hujan ringan hingga lebat masih berpotensi turun di sebagian wilayah Lebak.

Menurut data BPBD Lebak, banjir yang melanda sebagian wilayah Lebak akibat luapan air Sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak menyebabkan 10 warga Kecamatan Lebak Gedong meninggal dunia serta mengakibatkan 1.060 rumah rusak berat, 28 jembatan putus, dan empat sekolah rusak. Bencana itu juga memaksa setidaknya 17.200 warga mengungsi.

"Kami hingga kini masih melakukan pendataan kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Rabu lalu," kata Kaprawi.

Baca juga artikel terkait BANJIR LEBAK

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan