Menuju konten utama

Hati-Hati, Kurs Tembus Level Rp16.165 per Dolar AS Hari Ini

Pelemahan rupiah yang dalam dapat menurunkan kepercayaan investor untuk masuk ke Indonesia.

Hati-Hati, Kurs Tembus Level Rp16.165 per Dolar AS Hari Ini
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah naik menjadi Rp8.253,09 triliun per Januari 2024, jumlah utang tersebut naik sebesar Rp108,4 triliun dibandingkan utang di Desember 2023, yakni sebesar Rp8.144,69 triliun. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

tirto.id - Rupiah tercatat melemah 1,7 persen menjadi Rp16.165 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Selasa (16/4/2024), berdasarkan data dari Bloomberg. Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjandra, menyebut pelemahan mata uang Garuda perlu diwaspadai sebab bakal berdampak ke ekonomi Indonesia.

Menurut dia, pelemahan rupiah yang dalam dapat menurunkan kepercayaan investor untuk masuk ke Indonesia. Jika pelemahan tersebut berlangsung secara terus-menerus maka peluang nilai investasi di Indonesia bakal menurun di tahun ini.

"Pelemahan rupiah yang dalam bisa menurunkan kepercayaan investor sehingga investasi di Indonesia bisa menurun," ucap Ariston saat dihubungi, Selasa (16/4/2024).

Bukan hanya itu, depresiasi rupiah akhir-akhir ini yang terus dalam posisi Rp16 ribu berpotensi langsung pada kenaikan harga barang impor sehingga kebutuhan masyarakat yang mengandung bahan baku impor akan melambung. Efeknya, juga akan menaikkan tingkat inflasi.

"Ini menaikan inflasi, menurunkan daya beli masyarakat dan terjadi pelambatan ekonomi," tutur dia.

Di samping itu, efek pelemahan rupiah akan secara langsung menaikkan pembayaran utang luar negeri (ULN).

Dalam kesempatan yang sama, Ariston menjelaskan bahwa indeks dolar AS saat ini sudah bergerak di atas kisaran 106. Selama libur Lebaran 2024 di kisaran 105 dan sebelum lebaran di kisaran 104.

"Sentimen penundaan pemangkasan suku bunga acuan AS dan tensi konflik geopolitik yang meninggi telah mendorong penguatan dolar AS belakangan ini," ucapnya.

Selain itu, konflik di Timur Tengah terutama serangan balasan Iran yang langsung ke negara Israel menaikan ketegangan di wilayah tersebut dan mengundang kekhwatiran pasar akan munculnya perang baru, di mana perang akan menyebabkan gangguan suplai, meningkatkan inflasi, memicu pelambatan ekonomi global.

"Sehingga pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman dan memicu penguatan dolar AS dan harga emas sebagai aset aman," ujar dia.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Anggun P Situmorang