Menuju konten utama

Hasil Inspeksi PUPR: Retakan di Terowongan Cisumdawu hanya Debu

Retakan di Terowongan Kembar Tol Cisumdawi ternyata hanya debu, dan ruas tol masih bisa digunakan oleh masyarakat.

Hasil Inspeksi PUPR: Retakan di Terowongan Cisumdawu hanya Debu
Pekerja menyelesaikan perbaikan badan Jalan Tol Cisumdawu di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (7/11/2022). Ditjen Bina Marga bersama BPJT, Korlantas Polri dan Ditjen Perhubungan Darat telah melaksanakan uji laik fungsi Jalan Tol Cisumdawu seksi 2 dan 3 yang ditargetkan akan segera dibuka guna mendukung jalur libur Natal dan Tahun Baru. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

tirto.id - Kementerian PUPR menurunkan tim Ditjen Bina Marga bersama Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk melakukan inspeksi kondisi Terowongan Cisumdawu yang berada di ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Sesuai inspeksi awal, Terowongan Cisumdawu saat ini dalam kondisi aman beroperasi dan nihil retakan.

Lebih rinci, hasil inspeksi tidak menemukan retakan pada permukaan beton. “Pola mirip retakan beton pada terowongan tersebut merupakan tumpukan debu atau kotoran yang menempel pada permukaan beton yang tidak rata, yang terlihat seolah dinding mengalami retak,” tulis Kementerian PUPR dalam keterangannya, dikutip Selasa (2/1/2023).

Inspeksi ini dilakukan mengingat pada pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa ada keretakan pada dinding Terowongan Kembar Tol Cisumdawu akibat gempa magnitudo (M) 4,8 yang mengguncang Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (31/12/2023).

"Gempa bumi yang M 4.8 (ketiga) menyebabkan adanya sedikit keretakan di dinding Terowongan Kembar Tol Cisumdawu. Pihak pengelola melakukan asesmen dan tindakan lainnya yang dianggap perlu. Namun atas keretakan itu, dipastikan sementara tidak mengganggu lalu lintas dan kondisi masih aman terkendali," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengutip Antara, Senin (1/1/2024).

Perlu diketahui, Terowongan Cisumdawu merupakan bagian dari Jalan Tol Cisumdawu yang memiliki panjang 472 meter. Lokasi Terowongan terletak pada Sta. 12+628 – Sta. 13+100, Desa Pamulihan dan Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Tol Cisumdawu sendiri memiliki panjang 6,16 km. Pembangunan ruas tol ini memakan waktu 12 tahun dengan total anggaran mencapai Rp18,3 triliun.

Inspeksi telah dilakukan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Bina Marga dan Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Salah satu bagian penting yang diperiksa pada terowongan pasca gempa adalah bagian portal terowongan yang diduga terdampak beban gempa.

“Selanjutnya untuk mengetahui kondisi Terowongan Cisumdawu secara keseluruhan pasca gempa, akan dilakukan pemeriksaan detail secara spesifik oleh Tim Ditjen Bina Marga dan KKJTJ untuk meyakinkan bahwa terowongan secara keseluruhan aman beroperasi, termasuk pasca gempa susulan [Senin, 1 Januari 2024] kemarin,” tulis dalam rilis.

Terowongan Cisumdawu termasuk dalam kriteria Terowongan Khusus sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 10 tahun 2022. Perencanaan terowongan Cisumdawu telah mendapatkan rekomendasi persetujuan desain untuk pelaksanaan konstruksi dan rekomendasi laik fungsi struktur terowongan dari KKJTJ.

Untuk menjaga kondisi terowongan tetap berfungsi optimal dalam melayani pengguna jalan tol, dilakukan pemeliharaan rutin dan berkala, serta pemantauan tahunan dengan melakukan pemeriksaan secara visual, dan pemeriksaan kondisi geometrik terowongan.

Kementerian PUPR mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam melintasi Terowongan Cisumdawu dan mematuhi arahan dari pihak Kepolisian.

Baca juga artikel terkait FLASH NEWS atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Dwi Ayuningtyas