Hasil Evaluasi Debat Kedua, Jumlah Pendukung Akan Dikurangi

Oleh: Bayu Septianto - 20 Februari 2019
Bila sebelumnya setiap pendukung pasangan calon mendapatkan jatah 100 orang, jumlah ini akan dikurangi menjadi 50 untuk masing-masing pendukung paslon.
tirto.id -
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengurangi jumlah pendukung yang ada di dalam arena debat.

Bila sebelumnya setiap pendukung pasangan calon mendapatkan jatah 100 orang, jumlah ini akan dikurangi menjadi 50 untuk masing-masing pendukung paslon.

"Usulan dari Bawaslu juga tadi sudah disampaikan karena debat ini supaya bisa lebih tenang, lebih nyaman, dan lebih fokus. Jumlah pendukung diusulkan nanti dikurangi," kata Ketua KPU Arief Budiman usai rapat evaluasi debat kedua di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).

KPU juga akan memperketat barang bawaan para pendukung sehingga tak ada lagi atribut ataupun alat peraga kampanye yang dibawa ke dalam arena debat.

KPU akan meminta adanya satu orang dari setiap kubu untuk menjadi koordinator atau bertindak sebagai floor manager.

Floor manager nantinya akan bertanggungjawab bila ada keributan dan menenangkan rekan-rekannya agar debat berjalan dengan tenang.

"Floor manager itu untuk mengatur kalau ada ketidaksepahaman, ada keributan mereka yang menenangkan. Saat debat berlangsung, saat break, pokoknya mereka yang tanggung jawab untuk tim masing-masing," ujar Arief.

Debat capres kedua pada 17 April 2019 lalu di Hotel Sultan, Jakarta memang sempat diwarnai sejumlah insiden.

Insiden yang menarik perhatian yakni tepat setelah sesi debat dimana Jokowi mengungkit tentang lahan seluas ratusan ribu hektare milik Prabowo, beberapa tokoh dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) pun mendatangi barisan tempat duduk para komisioner KPU dan Bawaslu RI untuk melakukan protes.

Selain protes dari BPN, debat capres kedua juga diwarnai aksi saling sorak antara pendukung kedua pasangan calon, baik menyoraki jagoannya juga menyoraki lawannya.


Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight