tirto.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah dikonsep jauh sebelum berkontestasi dalam pemilu.
Menurut adik kandung Prabowo itu, ide MBG telah digulirkan sejak 2006, bahkan jauh sebelum Partai Gerindra berdiri.
“Program makan gratis sebenarnya dikonsep pada tahun 2006. Itu 20 tahun yang lalu. Itu sebenarnya kami membicarakan ini pada musim panas 2006,” kata Hashim dalam acara South China Morning Post (SCMP) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Hashim mengungkapkan bahwa pada masa itu, Gerindra bahkan belum terbentuk. Prabowo pun masih berada di dalam naungan Partai Golongan Karya (Golkar).
“Waktu itu, belum ada Gerindra. Saya tidak terjun ke politik saat itu. Kami belum mendirikan partai. Prabowo adalah anggota Golkar,” ujarnya.
Hashim menjelaskan kekhawatiran Prabowo terhadap kesehatan anak-anak Indonesia, terutama soal stunting, disebutnya sebagai akar dari ide program tersebut. Hashim mengaku pertama kali mengenal istilah stunting justru dari Prabowo.
“Dia sangat peduli dengan kesehatan penduduk kita, terutama anak-anak. Dan kami berbicara tentang stunting. Itu pertama kalinya saya mendengar istilah stunting dari saudara saya tahun 2006,” jelas Hashim.
Dia juga menyatakan bahwa Prabowo telah mengembangkan ide tersebut selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa direalisasikan setelah memenangkan Pilpres 2024.
“Dia telah mengembangkan ide ini dan bagaimana mempromosikan ide ini dan mengeksekusi ide ini. Dan atas karunia Tuhan, dia diberi mandat, dia mengambil kekuasaan, dan kami akan mampu merencanakan dan sekarang mengeksekusi program makan gratis. Jadi, kami sangat bangga,” tuturnya.
Di tengah kritik dan isu negatif seperti keracunan makanan yang beredar di media sosial, Hashim meminta agar program tersebut dilihat dalam konteks yang lebih luas. Dia mengungkapkan angka keracunan makanan dalam skala nasional.
“Saya melihat angka tertinggi keracunan makanan. Jadi, 10.000 anak menderita keracunan makanan dalam konteks 62 juta anak lain yang tidak keracunan makanan,” paparnya.
Selain MBG, Hashim juga menyoroti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai pencapaian penting lain yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia.
“Anda tahu bahwa lebih dari 72 juta orang Indonesia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Dan ini adalah program besar, program baru, belum pernah dilakukan di Indonesia sebelumnya,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id































