Hari Ibu, Iwan Fals dan Lagu tentang Ibu yang Abadi

Oleh: Alexander Haryanto - 22 Desember 2017
Dibaca Normal 1 menit
Peringatan Hari Ibu jatuh pada Jumat, 22 Desember 2017. Ada banyak cara untuk merayakannya, salah satunya mendengarkan dua lagu ini ke ibumu.
tirto.id - Hampir tak ada yang luput dibicarakan Iwan Fals melalui lagunya. Mulai dari mahalnya biaya rumah sakit, kerusakan hutan, kecilnya gaji guru, hingga kisah preman kelas teri. Semua tema itu sama baiknya ketika ia menuliskan lagu tentang ibu.

Iwan Fals termasuk salah satu musisi yang berhasil membuat lagu tentang ibu. Hingga berita ini diturunkan, lagu “Ibu” di Youtube sudah diperdengarkan lebih dari 9,2 juta. Sebuah angka fantastis untuk ukuran lagu yang diproduksi tahun 1988.

Dalam album berjudul “1910” itu, pria bernama asli Virgiawan Listanto ini ingin mengangkat kisah perjuangan seorang ibu yang rela berkorban untuk sang anak.

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh. Lewati rintang untuk aku anakmu. Ibuku sayang masih terus berjalan. Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah,” demikian bait pertama dalam lagu “Ibu”.

Baca: 10 Film Indonesia tentang Perempuan untuk Nobar di Hari Ibu

Tapi Iwan Fals tidak datang sendiri sebagai pencipta lagu dengan tema “Ibu” terbaik. Penyanyi kondang Melly Goeslaw juga tak kalah ampuhnya dalam menciptakan lagu tema serupa. Sedikit berbeda dengan Iwan, Melly memberi judul “Bunda” pada lagunya.

“Kata mereka diriku selalu dimanja. Kata mereka diriku selalu dtimang... Oh bunda ada dan tiada dirimu. Kan selalu ada di dalam hatiku,” demikian liriknya.

Tak lama setelah sang Bunda wafat pada 2015 lalu, Melly sempat bertutur mengenai lagunya ini. Ia mengaku senang pernah menciptakan lagu "Bunda" sewaktu ibunya masih hidup.

"Saya senang banget pernah bikin lagu ini untuk Beliau, Mudah-mudahan Beliau diterima di sisi Nya" kata Melly kepada Antara.

Baca: Sejarah Hari Ibu 22 Desember Berawal dari Yogyakarta

Untuk diketahui, lahirnya Hari Ibu di Indonesia didasari oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur.

Hari Ibu dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928, di Yogyakarta, tepatnya di pendopo Dalem Jayadipuran milik Raden Tumenggung Joyodipoero. Kemudian, dalam peringatan kongres ke-25, Presiden Sukarno menetapkan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember, melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953.

Baca juga artikel terkait HARI IBU atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight